Ahli Waris Duduki Tol Reformasi, Antrean kendaraan Mengular

Senin, 03 Oktober 2016 - 10:59 WIB
Ahli Waris Duduki Tol...
Ahli Waris Duduki Tol Reformasi, Antrean kendaraan Mengular
A A A
MAKASSAR - Kemacetan panjang terjadi di gerbang Kaluku Bodoa, Tol Reformasi Makassar, Senin (3/10/2016). Hal itu terjadi lantaran aksi puluhan orang dari massa ahli waris Itje Koemala, pemilik lahan 7 hektar yang disulap menjadi tol.

Puluhan orang mulai menduduki Tol Reformasi, di Gerbang Kaluku Bodoa sejak pukul 9.00 Wita. Mereka bahkan menutup dua loket pembayaran yang mengakibatkan antrean kendaraan mengular di gerbang tol.

Dari pantauan, kemacetan di gerbang Tol Kaluku Bodoa hampir mencapai 2 km. Jalannya aksi tutup tol itu dikawal puluhan personel gabungan Polrestabes Makassar dan Polsek Tallo.

Menurut Andi Amin Halim Tamatappi, kuasa hukum ahli waris Itje Koemala versi Chandra Tanuwijaya pemilik sah lahan di jalan Tol Reformasi, penutupan tol hari ini menyusul tuntutan pembayaran ganti rugi lahan tidak kunjung dilunasi selama 15 tahun, sejak dibebaskan Kementerian PU.

"Kami lelah sudah terlalu lama menunggu hak kami dibayarkan Kementerian PU, tapi tidak kunjung diberikan, terpaksa kami tutup tol besok," tegas Amin saat ditemui tadi.

Menurutnya lagi, Kementerian PU-PR sebelumnya telah melakukan pembayaran tahap pertama sepertiga lahan seluas 2,5 hektar senilai Rp2,5 miliar pada 2001. Namun sisanya dua pertiga seluas 4,8 hektar belum dibayarkan senilai Rp9 miliar lebih.

Selain itu, katanya putusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA), nomor 17/PK/Pdt/2009 tertanggal 24 November 2010 memerintahkan Kementerian PU segera membayarkan sisa ganti rugi, namun urung dilakukan.

Sebelumnya, ahli waris melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Presiden dan kantor kementerian PU di Jakarta. "Kami sudah memberikan waktu 14 hari kerja agar mendapat respon, tetapi mereka bergeming," ketus Andi Amin.

Bahkan ahli waris mengancam bakal menutup total gerbang tol jika tuntutan mereka untuk menerima ganti rugi pembayaran tidak digubris.
(nag)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved