Ingin Cepat Kaya, Pengikut Dimas Kanjeng Setor Ratusan Juta

Minggu, 02 Oktober 2016 - 15:42 WIB
Ingin Cepat Kaya, Pengikut...
Ingin Cepat Kaya, Pengikut Dimas Kanjeng Setor Ratusan Juta
A A A
PANGANDARAN - Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Pangandaran, diperkirakan mencapai puluhan orang. Rata-rata mereka menjadi santri Dimas Kanjeng karena ingin kaya.

Salah satu kerabat pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi bernama Ningsih (39) mengatakan, para pengikut Dimas Kanjeng di Kabupaten Pangandaran rata-rata berambisi kaya dadakan.

"Mereka dari berbagai kalangan. Mulai dari buruh hingga pegawai kantoran, bahkan ada PNS. Saya sebenarnya kasihan kepada mereka karena pemikirannya tidak masuk akal," katanya, Minggu (2/10/2016).

Ditambahkan dia, pihaknya kerap kali mengingatkan mereka. Namun upaya tersebut sia-sia, karena mereka membantah dan dengan mengatakan tidak pernah merasa tertipu.

Pengikut Dimas Kanjeng di Pangandaran mencapai 40-60 orang, tersebar diberbagai daerah. Mereka biasanya menggelar kegiatan rutin yang jadwalnya tidak bisa ditentukan.

“Saya pernah melihat para pengikut melakukan ritual membacakan doa yang dianjurkan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribad di pesisir laut,” tambahnya.

Untuk menjadi santri Dimas Kanjeng, mereka harus memberikan sejumlah uang. Semakin besar uang yang diberikan, maka akan semakin besar juga keuntungan yang akan didapat oleh para santri tersebut.

“Yang saya tahu mereka memberikan uang tabungan dari hasil bertahun-tahun mereka bekerja. Bahkan ada yang menjual kendaraan miliknya hanya untuk mendapatkan keuntungan dari penggandaan tersebut,” papar Ningsih.

Ningsih menjelaskan, dari puluhan pengikut rata-rata telah menyerahkan uang ratusan, mulai dari Rp100 juta hingga Rp200 juta. Namun mereka tidak merasa rugi lantaran yakinan akan mendapat uang miliaran.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Pangandaran Agus mengatakan, hendaknya Muspida Kabupaten Pangandaran melakukan penelusuran dan penyadaran kepada para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

“Kejadian ini meresahkan, karena dikhawatirkan pengikut yang saat ini masih setia mengajak kepada orang lain, lantaran para pengikut berpendapat penangkapan tersebut dibesar-besarkan oleh salah satu kelompok,” kata Agus.

Agus menambahkan, keresahan dari pengikut tersebut sangat berbahaya karena para pengikut memberikan uang kepada beberapa pelantara atau koordinator.

“Informasinya saat pengikut diminta uang oleh koordinator dikasih batas waktu, dan bila melebihi batas waktu uangnya tidak akan bisa cair,” tambah Agus.

Kalau hal itu terus terjadi, maka pengikut yang diberi batas waktu saat tidak punya uang akan nekat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Mereka bisa saja nekat mencuri atau melakukan pemerasan.
(san)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
26 menit yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
30 menit yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
11 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved