Area Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Garut Diperluas

Senin, 26 September 2016 - 08:44 WIB
Area Pencarian Korban...
Area Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Garut Diperluas
A A A
GARUT - Upaya pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Garut akan diperluas ke beberapa daerah pada Senin (26/9/2016). Hal itu jadi salah satu fokus utama satgas penanggulangan bencana yang terdiri dari berbagai elemen.

"Saat ini fokus utama kita adalah pada pencarian korban hilang," kata Dandim 0611 Garut Letkol Arm Setyohani Susanto di Makodim 0611 Garut, Minggu (25/9/2016) malam.

Rencananya, area pencarian pun akan diperluas ke beberapa daerah yang disinyalir jadi lokasi hanyutnya para korban.

Dalam saat bersamaan, pihaknya juga fokus terhadap upaya pembersihan sisa reruntuhan bangunan yang menumpuk di berbagai titik.

"Karena sudah memasuki hari kelima, sehingga perlu penanganan lebih serius terkait potensi kemungkinan terhadap penyakit. Kita perlu betul-betul konsen untuk menyingkirkan puing-puing akibat bencana," ungkapnya.

Selain itu, penanganan terhadap pengungsi diupayakan akan lebih baik lagi. Tim medis akan dikerahkan lebih banyak. Tenaga psikiater juga akan dilibatkan untuk proses trauma healing, terutama bagi anak-anak.

"Ini untuk mengurangi trauma dan beban psikis dari mereka yang menjadi korban bencana," ucap Setyo.

Khusus untuk pengungsi ibu hamil dan menyusui, pihaknya juga berencana menyiapkan tempat khusus bagi mereka.

Hal itu agar mereka merasa lebih nyaman. "Bantuan untuk asupan nutrisi ibu dan anak juga dipikirkan," ujarnya.

Sekolah yang terkena dampak banjir bandang juga akan mulai dioperasikan. Sehingga hak pendidikan para siswa akan terpenuhi. Khusus bagi yang sekolahnya tidak bisa dipakai, sekolah tenda rencananya akan didirikan.

"Sesuai arahan Bupati Garut, anak-anak besok harus sudah sekolah. Kita akan siapkan tempatnya," jelas Setyo.

RSUD dr Slamet juga direncanakan akan kembali beroperasi besok. Tapi pelayanan yang ada tentu seadanya mengingat banyak peralatan yang rusak dan banyak tempat yang harus dibersihkan.

Sementara untuk proses pencarian korban, Setyo mengatakan akan memaksimalkan waktu hingga Selasa (27/9/2016).

Setelah itu, tim gabungan akan melakukan evaluasi, termasuk mendengar keinginan pihak keluarga korban. Hasil evaluasi itu akan jadi pertimbangan langkah berikutnya.

"Kalau tujuh hari dirasa belum cukup, kita akan lanjutkan pencarian. Tapi itu tergantung hasil evaluasi nanti. Yang jelas keinginan pihak keluarga juga jadi pertimbangan," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Tiga Orang Dikabarkan...
Tiga Orang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir Bandang Sukabumi
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Diterjang Banjir Bandang,...
Diterjang Banjir Bandang, 12 Rumah dan 1 Pesantren di Padang Lawas Hanyut
Banjir Bandang Rendam...
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah pada Empat Kecamatan di Luwu
Sejumlah Rumah Warga...
Sejumlah Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir
Berita Terkini
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
1 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
2 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
3 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
3 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
6 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
6 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved