Senin, Korban Banjir Bandang Garut Wajib Masuk Sekolah

Sabtu, 24 September 2016 - 23:52 WIB
Senin, Korban Banjir...
Senin, Korban Banjir Bandang Garut Wajib Masuk Sekolah
A A A
GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawan menginstruksikan kepada seluruh siswa korban banjir bandang masuk sekolah mulai Senin 26 September 2016. Hal ini untuk memudahkan pendataan oleh pemerintah.

"Mengenai sekolah, semua diinstruksikan masuk ke sekolah," kata Rudy usai rapat evaluasi bencana, di Makodim 0611 Garut, Sabtu (24/9/2016).

Tidak hanya siswa, semua pengawas, kepala sekolah, guru, hingga kepala UPTD yang ada juga wajib datang ke sekolah. Tujuannya untuk membantu mempermudah pendataan siswa.

Pendataan itu dimaksudkan agar bisa diketahui secara pasti berapa siswa yang kini tidak memiliki seragam, tas, buku, dan sepatu. "Pokoknya siswa sekolah saja dulu, walaupun tidak punya seragam, mau pakai sandal, mau pakai apapun," ucapnya.

Rudy mengakui, hingga kini belum ada data pasti terkait jumlah siswa yang jadi korban banjir dan tidak memiliki perlengkapan sekolah. Jika mereka masuk sekolah, maka pendataan akan sesuai dengan fakta di lapangan.

Terkait bantuan berupa perlengkapan siswa, sejauh ini jumlahnya cukup melimpah. Selain dari pemerintah, perlengkapan sekolah itu juga berasal dari sumbangan berbagai pihak.

"Perlengkapan itu harus diberikan tepat sasaran. Sehingga pembagian perlengkapan sekolah akan dilakukan setelah pendataan riil benar-benar dilakukan," ungkapnya.

Soal lokasi yang akan jadi tempat belajar, Rudy mengatakan pihaknya akan menyiapkan tempat jika sekolah yang ada belum bisa dipakai karena terdampak banjir. Salah satu solusinya adalah mendirikan sekolah darurat berupa tenda.

Pihak Dinas Pendikdikan Kabupaten Garut sendiri akan segera bergerak untuk menjalankan instruksi tersebut. Salah satu rencana yang dibuat adalah menggabungkan siswa dari dua sekolah untuk ditempatkan di satu sekolah.

"Di luar itu, akan ada sekolah berupa tenda. Kami akan terus bergerak. Jangan sampai ada siswa yang tidak sekolah pada Senin nanti," sambung Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Garut Totong.
(san)
Berita Terkait
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Tiga Orang Dikabarkan...
Tiga Orang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir Bandang Sukabumi
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Banjir Bandang Rendam...
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah pada Empat Kecamatan di Luwu
Sejumlah Rumah Warga...
Sejumlah Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir
Banjir Bandang di Brasil...
Banjir Bandang di Brasil Tewaskan 39 Orang
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
6 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
6 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
8 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
8 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
8 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
8 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved