Tukang Ojek Ditemukan Bersimbah Darah di Teluknaga
Selasa, 20 September 2016 - 19:06 WIB
Tukang Ojek Ditemukan Bersimbah Darah di Teluknaga
A
A
A
TANGERANG - Seorang tukang ojek bernama Arsyad (49), ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Raya Kampung Melayu, Kampung Karim, RT01/01, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang pagi tadi.
Korban yang diketahui warga Kampung Rawa Jambe, RT02 /05, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang diduga tewas karena dibunuh.
Jasad korban ditemukan warga sekitar pukul 05.30 WIB, di pinggir jalan. Pada jasad korban juga ditemukan luka tembak.
Berdasarkan informasi, korban diketahui bekerja sebagai tukang ojek. Kemudian temuan itu dilaporkan ke Polsek Teluknaga.
Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto membenarkan peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan enam luka tusukan pada tubuh korban.
"Dugaan sementara dibunuh, bukan perampokan. Karena tidak ada barang yang hilang," katanya di Tangerang, Selasa (20/9/2016).
Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan peristiwa pembunuhan tersebut. Jenazah Arsyad dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk diautopsi.
Sementara itu, Nurti istri korban mengatakan, suaminya dibunuh secara sadis di tempat pangkalan ojek yang biasa Arsyad menunggu penumpang. Arsyad ditusuk oleh pelaku berkali-kali dengan menggunakan senjata tajam di bagian dada dan kepala.
"Nyawa harus dibayar nyawa, saya enggak rela suami saya meninggal dengan cara seperti ini," kata Nurti.
Korban yang diketahui warga Kampung Rawa Jambe, RT02 /05, Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang diduga tewas karena dibunuh.
Jasad korban ditemukan warga sekitar pukul 05.30 WIB, di pinggir jalan. Pada jasad korban juga ditemukan luka tembak.
Berdasarkan informasi, korban diketahui bekerja sebagai tukang ojek. Kemudian temuan itu dilaporkan ke Polsek Teluknaga.
Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto membenarkan peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan enam luka tusukan pada tubuh korban.
"Dugaan sementara dibunuh, bukan perampokan. Karena tidak ada barang yang hilang," katanya di Tangerang, Selasa (20/9/2016).
Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan peristiwa pembunuhan tersebut. Jenazah Arsyad dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk diautopsi.
Sementara itu, Nurti istri korban mengatakan, suaminya dibunuh secara sadis di tempat pangkalan ojek yang biasa Arsyad menunggu penumpang. Arsyad ditusuk oleh pelaku berkali-kali dengan menggunakan senjata tajam di bagian dada dan kepala.
"Nyawa harus dibayar nyawa, saya enggak rela suami saya meninggal dengan cara seperti ini," kata Nurti.
(mhd)