Polri Dinilai Melempem Hadapi Perusahaan Pembakar Lahan di Riau

Senin, 05 September 2016 - 18:13 WIB
Polri Dinilai Melempem...
Polri Dinilai Melempem Hadapi Perusahaan Pembakar Lahan di Riau
A A A
RIAU - Mahasiswa dari Universitas Riau dan aktivis Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) melakukan aksi protes terhadap diberhentikannnya kasus 15 perusahaan pembakar hutan dan lahan di Riau.

Sebagai bentuk aksi protes, mereka melakukan aksi demo di depan Mapolda Riau. Mereka meminta Polda Riau mencabut kembali SP3 (Surat Perintah Penghentian Perkara) 15 perusahaan.

"Kita menuntut Presiden Joko Widodo membentuk tim independen untuk menyelidiki pernerbitan SP3 15 perusahaan di Riau. Kita menilai polisi tidak adil," kata salah satu koordinator aksi Aditya Putra, Senin (5/9/2016).

Jikalahari juga mendesak Kapolri Jendral Tito Karnavian membentuk tim independen guna mengusut tuntas perihal penerbitan SP3 15 perusahaan pembakar hutan dan lahan gambut di Riau tahun 2015.

Tim ini, kata mereka, harus terdiri dari unsur akademisi, praktisi hukum, dan masyarakat korban kebakaran hutan dan lahan.

Jikalahari mencatat, sudah hampr dua bulan sejak publik mengetahui penghentian perkara tersebut, hingga detik ini hasil kinerja polisi masih belum jelas.

"Kami belum mengetahui hasil evaluasi Mabes Polri. Selain itu yang aneh, Mabes Polri malah seperti mengamini alasan penerbitan SP3 oleh Polda Riau. Apakah ini tanda Mabes Polri menyetujui SP3?" tambahnya.

Hasil pantauan hotspot, Jikalahari menemukan delapan dari 15 korporasi tersebut mengalami peningkatan hotspot yang cukup signifikan di tahun 2016. Jikalahari menilai bahwa SP3 15 perusahaan adalah penyebab kembali timbulnya asap.

"Jika SP3 tidak dianulir, kebakaran dan asap akan menjadi persoalan yang terus terjadi dan membahayakan masyarakat secara luas," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Jambi Diselimuti Kabut...
Jambi Diselimuti Kabut Asap Akibat Kebakaran Lahan
Malaysia Kirim Surat...
Malaysia Kirim Surat soal Kabut Asap, Ini Respons Indonesia
Awas! Natuna Dikepung...
Awas! Natuna Dikepung Kabut Asap Dampak Karhutla di Kalimantan Barat
Malaysia Bersiap Tutup...
Malaysia Bersiap Tutup Sekolah karena Kabut Asap Parah, Salahkan Indonesia
Asap Tebal Kebakaran...
Asap Tebal Kebakaran Hutan Kepung Permukinan Warga Pontianak, Lansia Mulai Diungsikan
Puluhan Hektare Hutan...
Puluhan Hektare Hutan di Samosir Terbakar, Asap Tebal Membuat Warga Panik
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
16 menit yang lalu
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
30 menit yang lalu
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
44 menit yang lalu
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
2 jam yang lalu
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved