Tak Gentar Hadapi Ahok, PKB Kerahkan Kader dan Simpatisan
Selasa, 30 Agustus 2016 - 20:09 WIB
Tak Gentar Hadapi Ahok, PKB Kerahkan Kader dan Simpatisan
A
A
A
JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak gentar menghadapi popularitas dan elektabilitas calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). PKB juga mengaku memiliki strategi khusus, sekalipun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) keluar dari Koalisi Kekeluargaan.
"Dari tingkat gresrut di Jakarta, kader kami sudah cukup kecewa dengan kinerja Ahok. Kami akan memaksimalkan sejumlah kader dan simpatisan kami," kata Wasekjend DPP PKB, Dani Johan di Jakarta, Selasa (30/8/2016).
Sekalipun rekomendasi Calon Gubernur mutlak di tangan DPW. Namun PKB tetap berpegang tegu pada komitmennya membantu Sandiago Uno menjadi pemenang di Pilgub DKI Jakarta 2017. Bahkan sejumlah skenario dilakukan salah satunya mengkawinkan dengan kadernya, Saefulloh dan non kader Silvia Murni.
"Kami semakin intensif melakukan rapat dengan Koalisi Kekeluargaan," kata Dani
Sementara itu, Wakil Sekjend PDIP, Eriko Sotarduga menegaskan, tak menutup kemungkinan Risma akan maju bila warga Surabaya menginzinkan dirinya. Karena hasil penjaringan partai berlambang kepala banteng moncong putih ini mendengarkan aspirasi rakyatnya.
"Ada kemungkinan, semuanya bisa berubah sekalipun Ahok sudah mengikuti mekanisme partai," tutur Eriko.
Khusus untuk Pilgub DKI, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan pengurus DPP sangat berhati-hati dalam penjaringan calon gubernur sebelum ditentukan 23 September 2016. "Untuk menentukan satu calon, kami bisa sampai 5-6 kali rapat," katanya.
"Dari tingkat gresrut di Jakarta, kader kami sudah cukup kecewa dengan kinerja Ahok. Kami akan memaksimalkan sejumlah kader dan simpatisan kami," kata Wasekjend DPP PKB, Dani Johan di Jakarta, Selasa (30/8/2016).
Sekalipun rekomendasi Calon Gubernur mutlak di tangan DPW. Namun PKB tetap berpegang tegu pada komitmennya membantu Sandiago Uno menjadi pemenang di Pilgub DKI Jakarta 2017. Bahkan sejumlah skenario dilakukan salah satunya mengkawinkan dengan kadernya, Saefulloh dan non kader Silvia Murni.
"Kami semakin intensif melakukan rapat dengan Koalisi Kekeluargaan," kata Dani
Sementara itu, Wakil Sekjend PDIP, Eriko Sotarduga menegaskan, tak menutup kemungkinan Risma akan maju bila warga Surabaya menginzinkan dirinya. Karena hasil penjaringan partai berlambang kepala banteng moncong putih ini mendengarkan aspirasi rakyatnya.
"Ada kemungkinan, semuanya bisa berubah sekalipun Ahok sudah mengikuti mekanisme partai," tutur Eriko.
Khusus untuk Pilgub DKI, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan pengurus DPP sangat berhati-hati dalam penjaringan calon gubernur sebelum ditentukan 23 September 2016. "Untuk menentukan satu calon, kami bisa sampai 5-6 kali rapat," katanya.
(mhd)