PDIP Harus Dengar Suara Kader Menolak Usung Ahok
Senin, 22 Agustus 2016 - 09:35 WIB
PDIP Harus Dengar Suara Kader Menolak Usung Ahok
A
A
A
JAKARTA - Peneliti Senior LIPI, Siti Zuhro menjelaskan jika seharusnya PDIP sebagai partai dengan kursi terbanyak di DPRD DKI seharusnya mendengarkan suara grassroot (akar rumput). Pasalnya suara grassroot sangat tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang disuarakan melalui nyanyian 'Ahok Pasti Tumbang'.
"Ada suara grassroot. Pressure from below yang justru meski ada pro kontra tapi tidak mendukung itu agak besar. PDI-P tidak akan nyanyi seperti itu kalau tidak ada kekecewaan. Jadi secara politik harus diterjemahkan seperti itu," ujar Siti Zuhro di Jakarta Pusat, Minggu 21 Agustus 2016.
Lebih lanjut saat ditanya apakah dapat dikatakan rugi jika PDIP memilih untuk mengusung Ahok, Siti Zuhro punya pendapatnya. Kecenderungan DKI akan ditinggal lagi seperti Jokowi pada 2014 untuk Pilpres 2019 mendatang terbuka lebar. (Baca: Beredar Video 'Ahok Pasti Tumbang' Dinyanyikan Kader PDIP)
"Ya tidak untung. Dengan nyanyian Ahok pasti tumbang artinya tidak mendukung. Karena dihitung secara kalkulasi politik rugi. Rugi tidak disenangi masyarakat, rugi 2019 belum tentu menang karena salah pilih, dan sebagainya. Karena bagaimana pun juga, memilih Ahok kan berpikir lima tahun kedepan akan seperti apa? Belum lagi kalau ditinggal di tengah jalan. Jadi belum ada kepastian," tukasnya.
"Ada suara grassroot. Pressure from below yang justru meski ada pro kontra tapi tidak mendukung itu agak besar. PDI-P tidak akan nyanyi seperti itu kalau tidak ada kekecewaan. Jadi secara politik harus diterjemahkan seperti itu," ujar Siti Zuhro di Jakarta Pusat, Minggu 21 Agustus 2016.
Lebih lanjut saat ditanya apakah dapat dikatakan rugi jika PDIP memilih untuk mengusung Ahok, Siti Zuhro punya pendapatnya. Kecenderungan DKI akan ditinggal lagi seperti Jokowi pada 2014 untuk Pilpres 2019 mendatang terbuka lebar. (Baca: Beredar Video 'Ahok Pasti Tumbang' Dinyanyikan Kader PDIP)
"Ya tidak untung. Dengan nyanyian Ahok pasti tumbang artinya tidak mendukung. Karena dihitung secara kalkulasi politik rugi. Rugi tidak disenangi masyarakat, rugi 2019 belum tentu menang karena salah pilih, dan sebagainya. Karena bagaimana pun juga, memilih Ahok kan berpikir lima tahun kedepan akan seperti apa? Belum lagi kalau ditinggal di tengah jalan. Jadi belum ada kepastian," tukasnya.
(ysw)