Bekasi Macet Diakibatkan Jumlah Angkot Overload

Senin, 15 Agustus 2016 - 18:06 WIB
Bekasi Macet Diakibatkan...
Bekasi Macet Diakibatkan Jumlah Angkot Overload
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengakui jumlah angkutan kota (angkot) di wilayahnya saat ini melebihi kapasitas (overload). Akibatnya, ribuan angkot tersebut cenderung menimbulkan kemacetan panjang disetiap jalan.

"Salah satu pemicu kemacetan di Bekasi adalah banyaknya angkot yang beroperasi, saat ini keberadaan angkot itu sudah overload," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bekasi, Yayan Yuliana di Bekasi, Senin (15/8/2016).

Yayan menambahkan, kebanyakan angkot itu sudah berusia lebih dari 15 tahun. Berdasarkan catatan Dishub Bekasi, ada 3.200 angkot lebih, namun yang mempunyai izin operasional hanya sekitar 1.600-an. Sisanya operasi tanpa izin alias angkot bodong. Padahal, idealnya jumlah angkot itu sekitar 1.500-an.

Dia menjelaskan, pemerintah tengah berupaya mengurangi jumlah angkot yang ada saat ini. Pihaknya akan mengubah peruntukan angkot yang sudah berusia di atas 15 tahun untuk dijadikan kendaraan pribadi atau pelat hitam. "Angkot yang uzur diperkirakan capai 320 unit," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya menekankan kepada pengusaha angkutan di wilayah itu agar peremajaan dilakukan dengan perbandingan satu banding tiga. Artinya, angkot uzur tiga unit diganti dengan angkot baru satu unit. Adapun, kapasitas penumpang sama dengan tiga angkot.

Kemudian diganti dengan kendaraan sejenis elp. Dengan begitu, jumlah angkot di Kota Bekasi dapat ditekan. Karena, berdasarkan pengamatan di lapangan, saking banyaknya angkot, para sopir rebutan penumpang sehingga rela ngetem di jalan secara sembarangan.

Sehingga, lanjut dia, dampaknya menyebabkan kemacetan. Misalnya, sopir angkot rela ngetem lama di depan stasiun Bekasi. Bukan hanya satu dua, tetapi bisa mencapai belasan unit. Akibatnya, satu bahkan dua lajur dipakai angkot tersebut, sehingga arus lalu lintas menjadi tersendat.

Selain itu, angkot tersebut menyebabkan kemacetan disekitar tol Bekasi Timur, Terminal Bekasi, Stasiun Kranji, Bekasi Barat, dan titik lainnya juga seperti itu. "Biasanya kami tertibkan, namun di esok harinya mereka tetap membuat kemacetan dan membandel," ungkapnya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi, Hotman Pane mendukung rencana pemerintah melakukan peremajaan. Menurut dia, sekitar 10 persen dari total angkot yang ada sudah uzur.

"Tapi jangan sopir angkot saja yang disalahkan menjadi biang kemacetan," tegasnya. (Baca: Terkena Razia, Ratusan Angkot di Bekasi Dikandangkan)

Bahkan dia berdalih bahwa jumlah kendaraan pribadi jauh lebih banyak ketimbang angkot. Dengan begitu, kapasitas jalan tak sebanding dengan volume kendaraan yang ada. "Angkot ngetem karena butuh penumpang, kendaraan pribadi juga harus dibatasi," tukasnya.
(whb)
Berita Terkait
Bekasi Macet, Netizen:...
Bekasi Macet, Netizen: Gokil, Pagi Ini Sudah Padat
Hujan Deras Guyur Bekasi,...
Hujan Deras Guyur Bekasi, Lalu Lintas Jalan Kalimalang Macet
Dampak Kemacetan, Pemkot...
Dampak Kemacetan, Pemkot Bekasi Batasi Operasi Truk Tiga Sumbu
Jalan Macet di Bekasi,...
Jalan Macet di Bekasi, Nomor 2 Gara-gara Tumpahan Penumpang KRL
U-Turn Jalan Ahmad Yani...
U-Turn Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi Tergenang Air
Kurangi Kemacetan, Pembangunan...
Kurangi Kemacetan, Pembangunan MRT Tomang-Medan Satria Dimulai 2024
Berita Terkini
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
6 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
13 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved