DKI Diminta Operasikan Bus Sesuai Keberangkatan Pengendara Pribadi

Rabu, 27 Juli 2016 - 21:35 WIB
DKI Diminta Operasikan...
DKI Diminta Operasikan Bus Sesuai Keberangkatan Pengendara Pribadi
A A A
JAKARTA - Uji coba sistem ganjil genap pertama di sembilan jalan protokol Jakarta resmi berlaku hari ini. DKI diminta untuk meningkatkan angkutan umum hingga asal tujuan keberangkatan agar pengendara pribadi meninggalkan kendaraannya.

Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto mengatakan, Pemprov DKI keliru bila sistem ganjil genap bisa membuat pengendara pribadi berpindah ke angkutan umum atau bus Transjakarta. Apalagi hanya melakukan penambahan di koridor tertentu yang melintasi kawasan ganjil genap.

Menurutnya, untuk memindahkan pengendara pribadi ke angkutan umum, DKI harus memiliki kajian kebutuhan perjalanan penumpang terlebih dahulu,

"Memindahkan orang tidak bisa langsung dengan membatasi melalui sistem ganjil genap. Apalagi cuma menambah bus hanya di lokasi (ganjil genap) itu. Harus ada bus yang melayani hingga awal keberangkatan pengendara pribadi," kata Leksmono saat dihubungi, Rabu (27/7/2016).

Leksmono menjelaskan, kendala belum meningkatnya penumpang bus Transjakarta meski ada penambahan dari 520 menjadi 804 unit bus dikarenakan tidak adanya kajian yang benar terkait data keberangkatan pengendara pribadi. Selama ini, kata dia, DKI sangat anti kajian lantaran dinilai memakan waktu yang cukup lama. DKI lebih memilih menempatkan bus sesuai insting dan perjalanan pengguna angkutan umum existing.

Padahal, lanjut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ini, untuk meningkatkan penumpang bus Transjakarta, sasarannya adalah pengguna kendaraan pribadi bukan pengguna angkutan umum existing.

Dia pun meminta, agar DKI mengupdate data terbaru keberangkatan pengendara pribadi dan memperbaiki trayek angkutan umum secara keseluruhan secepatnya bila tidak ingin membuang-buang anggaran subsidi Public Service Obligation (PSO)-nya.

"Pak Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI, Andri Yansyah menyebut penambahan bus tidak diimbangi dengan kenaikan penumpang. PSO jebol. Ya wajar saja. Ganjil genap ini tidak akan membuat pengendara pribadi pindah ke angkutan umum. Jalur alternatif yang pasti dipilih," pungkasnya.

Kadishubtrans DKI Jakarta, Andri yansyah mengakui bila sistem ganjil genap ini dilakukan dengan tujuan agar pengendara pribadi beralih ke angkutan umum. Sebab, sejak dihapusnya kawasan 3 in 1, dia tidak mendapatkan kenaikan penumpang yang signifikan meski telah menambah bus Transjakarta dikoridor dari sebelumnya 60 menjadi 80 unit.

"Nah kita sepakat pakai sistem ganjil genap untuk meningkatkan penumpang. Tapi pada ujicoba pertama ini, belum ada penumpang yang signifikan. Pengendara memilih jalur alternatif dan masih banyak juga yang melintas di kawasan ganjil genap meski tanggalnya bukan untuk kendaraan genap. Namanya baru pertamakali, ya kita lihat nanti seminggu pertama," ungkapnya.

Meski belum ada kenaikan penumpang bus pada hari pertama ujiocoba ganjil genap, Andri mengklaim bila arus lalu lintas di kawasan ganjil genap tidak terlalu padat bila dibandingkan pada saat waktu ujicoba tidak berlaku. Dia pun optimistis bila sistem ganjil genap tetap akan berjalan pada 30 Agustus mendatang sambil menunggu ERP yang kini sudah masuk proses lelang.

"Selepas pukul 10.00 WIB, kemacetan di bundaran HI sangat parah. Apalagi pas waktu makan siang. Kami sedang mengevaluasinya," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta, agar pada masa ujicoba sistem ganjil genap, PT Transportasi Jakarta memindahkan penambahan bus di koridor kawasan ganjil genap ke kawasan pemukiman yang menjadi awal keberangkatan pengendara pribadi mengingat Dishubtrans mengaku sudah melakukan rerouting trayek.

Sehingga, lanjut Yuke, sosialisasi untuk menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadi terjamah berbarengan dengan sosialisasi uji coba ganjil genap.

"Kalau macet, naik kendaraan pribadi juga macet. Tapi kan enggak pindah-pindah angkutan. Sehingga waktu dan biaya pengendara pribadi tidak berbeda dengan menggunakan angkutan umum," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Kurang Sosialisasi,...
Kurang Sosialisasi, Ganjil Genap di Kota Bogor Belum Efektif
Ganjil Genap di Jakarta...
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Jam Berapa?
4 Tips Hadapi Ganjil...
4 Tips Hadapi Ganjil Genap Jakarta, Nomor 2 Tinggal Duduk Manis
Polisi Pertimbangkan...
Polisi Pertimbangkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Ganjil Genap di Bogor
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap Jakarta 2025
Larangan Ganjil Genap...
Larangan Ganjil Genap Makin Meluas, Ini Cara Menghindari Tilang Berbekal Google Maps
Berita Terkini
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
14 menit yang lalu
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
27 menit yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
35 menit yang lalu
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
1 jam yang lalu
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
4 jam yang lalu
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
5 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved