Depok Diserbu Ekspatriat

Selasa, 26 Juli 2016 - 22:15 WIB
Depok Diserbu Ekspatriat
Depok Diserbu Ekspatriat
A A A
DEPOK - Sebagai salah satu kota penyangga DKI Jakarta, Depok memiliki daya tarik tersendiri. Banyaknya daya tarik yang ada di Depok ternyata membuat banyak ekspatriat memilih Depok sebagai tempat tinggal.

Selain karena berbatasan langsung dengan Jakarta, Depok juga memiliki banyak perguruan tinggi. Sehingga sangat banyak ekspatriat yang tinggal di sini.

Kepala Seksi Kependudukan Disdukcapil Kota Depok Jaka Susanta mengatakan, saat ini diperkirakan jumlah ekspatriat sebanyak 700 orang. Namun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok hingga saat ini belum mencatat keberadaan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Depok secara resmi.

"Diperkirakan jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu," kata Jaka di Depok, Selasa (26/7/2016).

Dikatakan Jaka, WNA sementara diwajibkan melakukan perpanjangan izin tinggal setiap satu tahun sekali. Sedangkan bagi WNA tetap perpanjangan izin tinggalnya lima tahun sekali. Di Depok WNA yang datang berasal dari Korea Selatan.

"Biasanya dari kalangan keluarga yang suami atau istrinya kerja di sini. Mereka umumnya tinggal di apartemen, indekost ada juga yang mengontrak," ungkapnya.

Dia memaparkan, bagi WNA yang ingin mendaftar untuk mendapatkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) harus memiliki kartu identitas dari kantor imigrasi. WNA bersangkutan kemudian mendaftarkan diri ke kelurahan setempat dengan membawa surat keterangan bekerja atau belajar, baik dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Dinaskersos) maupun Dinas Pendidikan (Disdik). "Jadi mereka wajib untuk lapor keberadaan mereka," tandasnya.

Salah satu WNA asal Korea Selatan adalah Kim Hyeong (21). Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini mengaku, sudah setahun tinggal di Depok. Selama menetap, ia memilih apartemen Margonda Residence untuk tinggal.

"Saya belajar Bahasa Indonesia di UI. Minggu depan akan kembali ke Korsel. Bisa saja setelah itu saya balik lagi ke Depok," katanya.

Selama di Depok Kim mempunyai SKTT yang dibuat di Disdukcapil. "Kartu tersebut sebagai identitas diri saya, jadi biar tidak disangka WNA ilegal," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
4 menit yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
1 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
2 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
3 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
3 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
3 jam yang lalu
Infografis
Kompleks Masjid Al-Aqsa...
Kompleks Masjid Al-Aqsa Diserbu Pemukim Ilegal Yahudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved