Tak Ada Kebijakan Pendukung, Sistem Ganjil Genap Tak Bakal Efektif
Senin, 25 Juli 2016 - 17:06 WIB
Tak Ada Kebijakan Pendukung, Sistem Ganjil Genap Tak Bakal Efektif
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Transportasi menyebutkan, jika sistem ganjil genal diberlakukan tanpa ada kebijakan pendukung, jalan akan tetap macet.
Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kalau ganjil genap tak bakal efektif jika dalam penerapannya, tak dibarengi kebijakan pendukung.
"Orang dikendalikan atau dibatasi tak bisa pakai kendaraan pribadi, tapi alternatifnya apa? Harusnya dibarengi kebijakan pengendalian lain, seperti parkirnya harus mahal, ruang parkirnya juga dibatasi, ditambah lagi angkutan umumnya, pelayanannya juga harus bagus, dan aksesnya pula harus baik," ujarnya pada Sindonews, Senin (25/7/2016).
Berbeda dengan di Kuala Lumpur, lanjutnya, Jakarta begitu tertinggal jauh. Angkutan umumnya pun bagus, bahkan kereta LRT, Commuter Line, dan Bus Kota itu saling terintegrasi satu sama lainnya. Masyarakat pun lebih memilih menggunakan moda transportasi massal dibandingkan pribadi.
"Selama ini kan belum ada kebijakan Pemprov DKI yang bisa atasi kemacetan Jakarta. DKI malah buat jalan baru, itu bukan solusi atasi macet Jakarta. Jalan baru ini justru mendorong orang menggunakan kendaraan pribadinya, makin seneng dia," tutupnya.
Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kalau ganjil genap tak bakal efektif jika dalam penerapannya, tak dibarengi kebijakan pendukung.
"Orang dikendalikan atau dibatasi tak bisa pakai kendaraan pribadi, tapi alternatifnya apa? Harusnya dibarengi kebijakan pengendalian lain, seperti parkirnya harus mahal, ruang parkirnya juga dibatasi, ditambah lagi angkutan umumnya, pelayanannya juga harus bagus, dan aksesnya pula harus baik," ujarnya pada Sindonews, Senin (25/7/2016).
Berbeda dengan di Kuala Lumpur, lanjutnya, Jakarta begitu tertinggal jauh. Angkutan umumnya pun bagus, bahkan kereta LRT, Commuter Line, dan Bus Kota itu saling terintegrasi satu sama lainnya. Masyarakat pun lebih memilih menggunakan moda transportasi massal dibandingkan pribadi.
"Selama ini kan belum ada kebijakan Pemprov DKI yang bisa atasi kemacetan Jakarta. DKI malah buat jalan baru, itu bukan solusi atasi macet Jakarta. Jalan baru ini justru mendorong orang menggunakan kendaraan pribadinya, makin seneng dia," tutupnya.
(ysw)