Berat Badan Bocah Obesitas di Palembang Turun 1 Kg

Kamis, 21 Juli 2016 - 21:26 WIB
Berat Badan Bocah Obesitas...
Berat Badan Bocah Obesitas di Palembang Turun 1 Kg
A A A
PALEMBANG - Pasien obesitas Rizki Rahmad Ramadhan terus menjalani perawatan intensif. Sebanyak 10 dokter spesialis diturunkan guna melakukan diagnose terhadap bungsu dari tujuh bersaudara ini. Hasilnya, dihari ketiga pengobatannya berat badan Rizki sudah berkurang 1 kg.

Menurut Julius, juru bicara Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH), para dokter akan terlebih dahulu mengobati penyakit sesak napas selain mengatur pola makan pasien.

"Untuk sementara, penyakait sesak napas diobati dengan berbagai tindakan, misalnya obat atau bantuan alat pernapasan," katanya.

Sementara, para dokter lainnya melakukan observasi misalnya pada ginjal, otak, jantung dan organ tubuh lainnya, tim gizi terus melakukan perbaikan pola makan. Tim dokter menargetkan pertumbuhan berat badan akan berhenti dengan penurunan 1 kg/ bulan.

"Pengaturan pola makan ini cukup sulit bagi anak-anak. Karena biasanya, saat perawatan berat badan bisa turun, namun saat kembali ke rumah, berat badan kembali meningkat," kata ia.

Dengan target 1 kg/bulan, kata ia, maka dibutuhkan sekitar 80 bulan untuk mengembalikan pada berat ideal pada usiannya.

Di usia 11 tahun, dengan tinggi badan 143 cm, Rizki harusnya memiliki berat badan 40kg. "Selisih berat badan ini yang menjadi targetnya," ujar ia.

Edi Hartono yang juga ayah Rizki mengatakan pihak keluarga menginginkan agar Rizki dapat disembuhkan dari penyakit berat badannya.

Kebiasaan anak bungsunya yang hobi mengkonsumsi bakso dan makanan cepat saji memang agak berlebih dalam lima bulan terakhir. "Saat bulan Ramadan saja, berat badannya naik 17 kg," kata ia.

Keinginan Rizki untuk makan memang tinggi. Apalagi, kata ia, sebagai anak bungsu, Rizki memiliki saudara yang sering memberikan makanan padanya.

Bahkan Rizki juga sering memesan makanan langsung melalui ponsel miliknya. "Memang anaknya hobi makan, dan saudaranya juga sering membelikan makanan," ujar ia.

Terpisah, Kadin Kesehatan, Lesty Nuraini mengatakan obesitas lebih disebabkan oleh pola makan dan pola hidup anak di keluarga.

Pola makan yang cendrung tidak seimbang diiringi dengan makin jarang melalukan olahraga membuat anak-anak makin terancam penyakit obesitas.

"Jumlah anak-anak obesitas memang tidak terlalu tinggi di Sumsel. Paling banyak ditemukan anak-anak dengan obesitas yakni di perkotaan, dan baru terdeteksi saat anak-anak tersebut mengalami sakit," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Seorang Ibu Hamil dan...
Seorang Ibu Hamil dan Melahirkan dalam Waktu Satu Jam
Bocah Gemar Hirup Aroma...
Bocah Gemar Hirup Aroma Bensin Motor di Cilegon Banten
Makam Dicat Warna-warni...
Makam Dicat Warna-warni Bagaikan Pelangi
Viral, Pisang Tumbuh...
Viral, Pisang Tumbuh di Atas Pohon Pisang yang Mati
Heboh, Anak Ikan Hiu...
Heboh, Anak Ikan Hiu Berwajah Manusia Ditangkap Nelayan Rote
Ajaib! Wanita dengan...
Ajaib! Wanita dengan 2 Vagina, Uteri dan Serviks Lahirkan Bayi Lucu
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
44 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved