Ini Kata KPAI Soal Kampanye Antar Anak Awal Masuk Sekolah
Sabtu, 16 Juli 2016 - 20:31 WIB
Ini Kata KPAI Soal Kampanye Antar Anak Awal Masuk Sekolah
A
A
A
DEPOK - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi kampanye mengantar anak pada awal masuk sekolah yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Implementasinya, pemda dan sejumlah perusahaan juga memberikan dukungan.
"KPAI mengapresiasi langkah ini. Apalagi, mengantar anak sekolah sejatinya bukan semata-mata one day off atau half day off, namun setidaknya memiliki filosofi besar," kata Wakil Ketua KPAI Susanto di Depok, Sabtu (16/7/2016).
Pertama, kata dia, jembatan komunikasi antar sekolah dan orangtua diawal pertama masuk sekolah akan mudah terbangun. Orangtua berperan berkontribusi dalam proses pendidikan. (Baca: Mendikbud Minta Perusahaan Beri Dispensasi Karyawan Antar Anak Sekolah)
"Mengantar anak sekolah di hari pertama akan membangun bridging sekolah dengan orangtua. Selama ini tak sedikit orangtua mendeliver proses pendidikan pada sekolah, padahal peran orangtua dalam keluarga juga turut berkontribusi bagi output dan outcome dari proses pendidikan," jelasnya.
Hal ini akan membangun kemitraan antara sekolah dan orangtua. Susanto menilai, pendidikan adalah investasi besar yang akan menentukan masa depan bangsa. Kemitraan dan kesepahaman akan menjadi tonggak awal saling mengisi, saling mensolusi dan berbagi peran sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing.
"Sekolah bukan pabrik untuk memproduksi 'barang' yang tinggal jadi, tapi sekolah adalah 'wahana berproses' untuk pengembangan semua anak sesuai karakteristik, potensi dan bakatnya masing-masing," katanya.
Karena itu, lanjut Susanto, maka saling menguatkan untuk merawat dan meningkatkan kualitas harus dilakukan, baik oleh sekolah maupun orangtua dan sekolah bersama-sama orangtua. Kampanye antar anak di awal masuk sekolah, salah satunya perlu dimaknai sebagai wahana untuk saling kontrol dan menguatkan agar capaian pendidikan berhasil optimal.
"Momentum mengakarkan budaya kasih sayang, baik di sekolah maupun rumah. Iklim kasih sayang bukan hanya di rumah, namun proses pendidikan di sekolah mestinya sarat dengan kasih sayang, bukan sarat dengan ketakutan. Mengantar anak, merupakan simbol kasih sayang yang perlu ditransformasikan di lingkungan sekolah," tutupnya.
"KPAI mengapresiasi langkah ini. Apalagi, mengantar anak sekolah sejatinya bukan semata-mata one day off atau half day off, namun setidaknya memiliki filosofi besar," kata Wakil Ketua KPAI Susanto di Depok, Sabtu (16/7/2016).
Pertama, kata dia, jembatan komunikasi antar sekolah dan orangtua diawal pertama masuk sekolah akan mudah terbangun. Orangtua berperan berkontribusi dalam proses pendidikan. (Baca: Mendikbud Minta Perusahaan Beri Dispensasi Karyawan Antar Anak Sekolah)
"Mengantar anak sekolah di hari pertama akan membangun bridging sekolah dengan orangtua. Selama ini tak sedikit orangtua mendeliver proses pendidikan pada sekolah, padahal peran orangtua dalam keluarga juga turut berkontribusi bagi output dan outcome dari proses pendidikan," jelasnya.
Hal ini akan membangun kemitraan antara sekolah dan orangtua. Susanto menilai, pendidikan adalah investasi besar yang akan menentukan masa depan bangsa. Kemitraan dan kesepahaman akan menjadi tonggak awal saling mengisi, saling mensolusi dan berbagi peran sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing.
"Sekolah bukan pabrik untuk memproduksi 'barang' yang tinggal jadi, tapi sekolah adalah 'wahana berproses' untuk pengembangan semua anak sesuai karakteristik, potensi dan bakatnya masing-masing," katanya.
Karena itu, lanjut Susanto, maka saling menguatkan untuk merawat dan meningkatkan kualitas harus dilakukan, baik oleh sekolah maupun orangtua dan sekolah bersama-sama orangtua. Kampanye antar anak di awal masuk sekolah, salah satunya perlu dimaknai sebagai wahana untuk saling kontrol dan menguatkan agar capaian pendidikan berhasil optimal.
"Momentum mengakarkan budaya kasih sayang, baik di sekolah maupun rumah. Iklim kasih sayang bukan hanya di rumah, namun proses pendidikan di sekolah mestinya sarat dengan kasih sayang, bukan sarat dengan ketakutan. Mengantar anak, merupakan simbol kasih sayang yang perlu ditransformasikan di lingkungan sekolah," tutupnya.
(mhd)