Vaksin Palsu Beredar di Bekasi, Ini Komentar Dinkes Jabar

Sabtu, 16 Juli 2016 - 04:35 WIB
Vaksin Palsu Beredar...
Vaksin Palsu Beredar di Bekasi, Ini Komentar Dinkes Jabar
A A A
BANDUNG - Sebanyak 13 rumah sakit di Bekasi jadi penerima vaksin palsu. Bekasi sejauh ini jadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang menggunakan vaksin tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar) Alma Lucyati mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk segera mengambil langkah menyikapi vaksin palsu tersebut.

Dinkes Jabar bahkan sudah mengirimkan surat kepada masing-masing rumah sakit penerima vaksin palsu. Pihaknya meminta rumah sakit mendata siapa saja yang menjadi pasien imunisasi dengan vaksin palsu itu.

"Saya sudah berkirim surat ke rumah sakit yang disebut (menerima vaksin palsu). Kita meminta data anak-anak yang divaksinasi di sana," ujar Alma di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (15/7/2016).

Selain mengirim surat, saat ini Dinkes Jabar juga sedang mengecek kesiapan stok vaksin untuk disalurkan ke rumah sakit tersebut. Tujuannya adalah agar pasien divaksin ulang.

Menurutnya, vaksin ulang harus dilakukan. Hal itu demi menghindari pasien mudah terserang penyakit di kemudian hari. "Vaksin ini prioritas utama. Preventif lebih baik daripada kuratif agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit," tegasnya.

Soal teknis pemberian vaksin ulang, hal itu akan disesuaikan dengan umur anak 'korban' vaksin palsu. "Jika umurnya masih masuk, kita imunisasi ulang. Tapi jika umurnya sudah lewat (dari usia imunisasi), kita akan berikan imunisasi lanjutan," jelas Alma.

Soal vaksin yang digunakan oleh pemerintah, dia menegaskan vaksin yang digunakan adalah buatan lokal. Tapi kualitasnya sudah terjamin. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksin yang diberikan oleh pemerintah.
(kri)
Berita Terkait
BNN Ungkap Pabrik Obat...
BNN Ungkap Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
Peracik dan Pengedar...
Peracik dan Pengedar Ribuan Obat Ilegal di Jepara Diamankan
Ribuan Obat Ilegal Jaringan...
Ribuan Obat Ilegal Jaringan Online Diamankan Polisi
30.345.000 Butir Obat...
30.345.000 Butir Obat Ilegal Siap Kirim Berhasil Digagalkan Tim Mabes Polri dan Polda DIY
BPOM Temukan 1,6 Juta...
BPOM Temukan 1,6 Juta Obat Ilegal Senilai Rp4 Miliar di Tanah Air
BBPOM Makassar Temukan...
BBPOM Makassar Temukan 32.797 Produk Kosmetik, Pangan dan Obat Ilegal
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved