Ronggeng Gunung Miliki Sejarah dan Perkembangan di Pangandaran

Rabu, 13 Juli 2016 - 07:06 WIB
Ronggeng Gunung Miliki...
Ronggeng Gunung Miliki Sejarah dan Perkembangan di Pangandaran
A A A
PANGANDARAN - Meski dalam kondisi sengketa hak paten kepemilikan antara dua daerah, kesenian tari Ronggeng Gunung memiliki sejarah dan perkembangan di Kabupaten Pangandaran.

Salah satu pelaku budaya di Kabupaten Pangandaran Aceng Hasyim mengatakan, hak paten Ronggeng Gunung didaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat saat Kabupaten Pangandaran masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis.

“Namun secara sejarah lahirnya tarian Ronggeng Gunung mutlak di wilayah Kabupaten Pangandaran,” kata Aceng.

Masih dikatakan Aceng, Ronggeng Gunung lahir dan berkembang saat Dewi Siti Samboja atau Dewi Rengganis bertempur melawan komplotan Bajo atas meninggalnya Raden Anggalarang saat memperebutkan Kerajaan Galuh Tanduran.

“Adegan Ronggeng Gunung lahir dari perpaduan kesenian bajidor dan pencak silat yang dikalaborasikan oleh Dewi Rengganis saat membalas dendam kepada komplotan Bajo,” tambahnya.

Pertempuran tersebut diawali dengan perebutan wilayah kekuasaan Kerajaan Galuh Tanduran yang direbut oleh komplotan Bajo dari kekuasaan Dewi Rengganis dan Raden Anggalarang.

“Dalam perjalanan merebut Kerajaan Galuh Tanduran, Dewi Rengganis bersama Raden Anggalarang berpindah-pindah daerah,” paparnya.

Daerah pertama yang disinggahi diantaranya Babakan, Cikembulan, Batu Hiu, Serang, Ciparakan, saat persinggahan di daerah Ciparakan Raden Anggalarang tewas lantaran di arak atau diseret di sepanjang jalan oleh komplotan Bajo, daerah tersebut seluruhnya masuk ke Kabupaten Pangandaran.

“Sejak tewasnya Raden Anggalarang, Dewi Rengganis bersama rombongannya sepakat menuju ke daerah Bagolo untuk melakukan penyamaran dalam bentuk tarian ronggeng dengan mengenakan sarung yang pakai menutupi kepala hingga setengah badan ke bawah,” jelas Aceng.

Adegan tarian tersebut akhirnya bisa mengelabui komplotan Bajo hingga saat kondisi komplotan Bajo terlena dengan adegan tarian disandera dan dibunuh satu persatu oleh rombongan Dewi Rengganis.

“Dari sejarah singkat tersebut bisa disimpulkan kalau Ronggeng Gunung memiliki aspek sejarah dan aspek empiris atau perkembangan di wilayah Kabupaten Pangandaran,” imbuh Aceng.

Aceng berharap Pemerintah Daerah Pangandaran segera melakukan revisi pendaftaran ke HAKI dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, karena Ronggeng Gunung sebagai salah satu sejarah rakyat Pangandaran.
(sms)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
9 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
20 menit yang lalu
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
2 jam yang lalu
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
2 jam yang lalu
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
3 jam yang lalu
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved