Kapal Paralon Siap Beroperasi

Selasa, 12 Juli 2016 - 01:12 WIB
Kapal Paralon Siap Beroperasi
Kapal Paralon Siap Beroperasi
A A A
PEKALONGAN - Kapal paralon buatan PT Barokah Marine siap beroperasi dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT ‎Barokah Marine Agus Triharsito.

Agus mengatakan, persiapan kapal paralon buatannya tersebut sudah mencapai sekitar 95 persen. Sehingga, Agus memperkirakan dalam waktu dekat kapal tersebut bisa secara resmi beroperasi.

"Dalam waktu dekat (beroperasi secara resmi). Kami harap semua berjalan lancar," katanya, Senin (11/7/2016).

Pihaknya mengaku sudah melakukan banyak riset bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir terkait kapal paralon tersebut. Selain itu, Agus juga sudah melakukan riset bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Pekan lalu kami juga sudah melakukan uji coba bersama Pak Arif Satria (Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan) dan juga Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi serta sejumlah pihak lainnya. Kami berlayar dari galangan kami sampai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto Kabupaten Pekalongan," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, sejumlah perizinan juga sudah dikantonginya, antara lain perizinan dari syahbandar, serta dari Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (‎BBPPI).

"Alat tangkap yang akan digunakan nanti yakni jenis gillnet, sesuai dengan yang diizinkan oleh BBPPI," jelasnya.

Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Arif Satria mengatakan, kapal paralon tersebut diharapkan membangkitkan kembali kejayaan maritim Pekalongan. Sebab, sekitar tahun 1950 maritim Pekalongan berjaya di Asia Tenggara.

"Kemunculan tokoh inspiratif seperti Pak Agus Triharsito dengan karyanya ini harus terus didorong, apalagi warga asli Pekalongan dan untuk kemajuan maritim di Pekalongan kita," katanya.

Menurutnya, kapal paralon tersebut ramah lingkungan. Sebab, kapal tersebut merupakan alternatif pengganti kapal kayu.

"Dengan adanya kapal paralon ini, bisa meminimalisir penggunaan kayu untuk pembuatan kapal, sehingga lebih ramah lingkungan. Apalagi saat ini bahan baku kayu sulit didapat," ujarnya.

Sementara itu, ‎Bupati Pekalongan Asip Kholbihi‎ mengaku berencana membeli kapal paralon tersebut untuk mendukung poros maritim di Kabupaten Pekalongan. Namun dia berencana memesan dengan ukuran yang lebih kecil.

"Rencananya nanti beli kapal paralon yang ukurannya lebih kecil antara 5-7 GT. Kalau yang dikembangkan PT Barokah Marine berukuran 17 GT," katanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memberikan contoh kepada masyarakat nelayan di Kabupaten Pekalongan. Sebab, masih banyak nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan yang menggunakan alat tangkap cantrang.

"Per Januari 2017, penggunaan alat tangkap cantrang harus diganti atau mendapatkan sanksi dari pemerintah. Pelan-pelan harus kita sosialisasikan kepada masyarakat nelayan. Alat tangkap seperti apa yang sesuai aturan dan tidak merusak terumbu karang," ujarnya.

Asip mengapresiasi terciptanya kapal paralon pertama di Indonesia‎ tersebut. Menurutnya, hal itu bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda setempat.

"Semoga kapal paralon tersebut dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan, tidak hanya di Pekalongan, namun di seluruh Indonesia," harapnya.
(zik)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
30 menit yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
31 menit yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
4 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
7 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved