Rahasia Cinta Soekarno dengan Siti Oetari dan Inggit Garnasih

Senin, 11 Juli 2016 - 05:05 WIB
Rahasia Cinta Soekarno dengan Siti Oetari dan Inggit Garnasih
Rahasia Cinta Soekarno dengan Siti Oetari dan Inggit Garnasih
A A A
SOEKARNO menghabiskan masa lajangnya pada usia yang masih sangat muda. Dalam usia yang masih belum 21 tahun, dia telah memberanikan diri untuk menempuh bahtera rumah tangga dengan menikahi Siti Oetari, putri HOS Tjokroaminoto.

Menurut paparannya sendiri kepada Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Bung Karno mengatakan, pernikahannya tersebut bukan dilandaskan cinta. Melainkan karena balas budi terhadap Tjokroaminoto.

"Kami memilih kawin gantung. Orang Indonesia menjalankan cara ini karena beberapa alasan.. Dalam hal kami, aku belum berniat hidup sebagai suami-istri, karena dia (Oetari) masih kanak-kanak," cerita Bung Karno, di halaman 56.

Dikisahkan, awal mula terjadinya pernikahan itu adalah ketika Istri Tjoktroaminoto meninggal dunia. Kematian Bu Tjokro, ternyata membawa duka yang sangat mendalam terhadap keluarga itu. Mereka kemudian berpindah rumah.

Sebagai orang yang ikut dengan Tjokroaminoto, Soekarno dapat merasakan penderitaan keluarga itu. Ingin rasanya dia menolong, tetapi tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Hingga akhirnya datang seorang adik Tjokro menemuinya.

"Soekarno, kau lihat bagaimana sedihnya hati Tjokroaminoto. Apakah kau dapat berbuat sesuatu agar hatinya sedikit gembira?" mendengar pertanyaan itu, Soekarno menjadi semakin bingung. Dengan jalan apakah dia bisa menolongnya?

"Jadi menantunya. Puterinya Oetari sekarang tidak punya ibu lagi. Tjokro sangat khawatir terhadap masa depan anaknya itu dan siapa yang akan menjaganya dan menyanginya. Inilah yang memberatkan pikirannya," sambungnya lagi.

Mendengar jawaban itu, Soekarno tidak menampik. Namun dia meminta waktu untuk bertanya kepada kedua orang tuanya yang berada di Mojokerto. "Terserah padamu," jawab ayah dan bunda Soekarno, usia mendengar cerita anaknya itu.

Setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya, Soekarno lantas menghadap Tjokroaminoto dan mengajukan niatnya melamar Oetari. Saat itu, Tjokro sangat bahagia, karena telah ada seorang yang bisa dipercaya yang menjaga Oetari.

"Sampai dia (Tjokroaminoto) meninggal, dia tidak pernah tahu, bahwa aku mengusulkan perkawinan ini hanya karena aku sangat menghormatinya dan menaruh kasihan padanya," ungkap Soekarno, seperti dikutip dalam Cindy Adams.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1154 seconds (10.177#12.26)