DKI Ingin Terapkan Uang Jaminan untuk Pendatang Baru

Minggu, 10 Juli 2016 - 19:05 WIB
DKI Ingin Terapkan Uang...
DKI Ingin Terapkan Uang Jaminan untuk Pendatang Baru
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan pemberlakuan uang jaminan bagi pendatang baru yang ingin mengubah nasib di Ibu Kota. Sistem ini pernah diterapkan pada era Ali Sadikin saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, sangat menginginkan DKI Jakarta memiliki program pemberlakuan uang jaminan bagi pendatang baru untuk mengatasi arus urbanisasi seperti yang pernah diterapkan oleh Gubernur DKI ke-9, Ali Sadikin. Bahkan, Djarot meminta kepada para pemudik untuk tidak membawa sanak saudaranya ke Ibu Kota.

Sebab, kata Djarot, jumlah warga di Jakarta tidak lagi ideal. Artinya, jika ditambah dengan jumlah pendatang, akan semakin memberatkan pemerintah. Khususnya, bagi yang tidak memiliki keterampilan.

"Dengan uang jaminan, pendatang baru diizinkan tinggal di Jakarta. Tapi kalau selama enam bulan tidak bekerja apalagi menjadi masalah sosial, ya harus pulang dengan uang jaminan yang mereka serahkan itu," ujarnya.

Djarot menuturkan, saat ini masih melakukan kajian terlebih dahulu untuk menerapkan kebijakan program uang jaminan. Pasalnya harus didukung dengan sistem pendataan yang baik dan akurat. Dia pun optimis bila program tersebut tidak akan memberatkan bagi para pendatang baru. Terkecuali para pendatang tersebut memiliki niat tidak baik datang ke Jakarta.

"Kita akan lihat nanti, kalau mereka datang ke Jakarta dengan niat baik, tentu mereka tidak keberatan dengan rencana ini. Tapi kalau mereka ingin berbuat negatif, pasti akan keberatan. Makanya akan dikembalikan ke kampung halamannya," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Perkotaan universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai DKI tidak akan bisa mengatasi arus urbanisasi tanpa bantuan pemerintah daerah lain dan pemerintah pusat. Menurutnya, untuk mengatasi urbanisasi, DKI perlu kerjasam yang erat antardaerah, baik dengan Bogor-Depok-Tangerang dan Bekasi (bodetabek), daerah se-Pulau Jawa ataupun antarpulau.

"Apapun program yang diakukan DKI untuk urbanisasi tidak akan efektif. Tetap akan muncul gejala sosial akibat terus bertambahnya penduduk," ujarnya.

Ada empat hal, lanut Nirwono yang harus dilakukan untuk mengatasi urbanisasi di Jakarta. Pertama, untuk pemprov DKI melalui kepengurusan RT/RW dan kelurahan melakukan pendataan warga yang ada dan warga pendatang secara akurat sebelum dan sesudah Lebaran. Sehingga, akan terlihat kenaikan di setiap kelurahan dengan pasti.

Khusus untuk warga pendatang harus didata asal daerah, keterampilan/keahlian yang dimiliki dan rencana atau tujuan tempat kerja yang pasti. Kedua, kata Nirwono, Pemprov DKI harus bekerjasama dengan pemerintah kota/kabupaten se-Bodetabek untuk menyediakan lapangan pekerjaan sesuai kebutuhan di industri, properti yang tersebar di Bodetabek. Sehingga, warga pendatang bisa diredam untuk masuk dan bekerja di Jakarta.

Ketiga, Nirwono menuturkan bila Pemprov DKI harus bekerjasama dengan pemerintah pusat memfasilitasi kerjasama dengan Pemprov se-Pulau jawa untuk mengembangkan kota-kota metropolitan mengimbangi magnet Jakarta. Seperti Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya sebagai peredam masyarakat di masing-masing provinsi untuk datang ke Jakarta.

"Terakhir, Pemerintah pusat bersama pemprov DKI dan Pemprov luar jawa mengembangkan Ibu Kota provinsi sebagai kota metropolitan, seperti Medan, Padang, Palembang, Batam untuk Pulau Sumatera. Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak untuk Kalimantan; Manado, Palu dan Makassar untuk Sulawesi; Ambon, Jayapura, Sorong, Manokwari untuk Timur; dan Pulau Bali, Mataram, Kupang untuk wilayah Nusa Tenggara," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
10 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved