Tak Terima Konvoi Disalip, 30 Sabhara Keroyok Pasutri

Selasa, 28 Juni 2016 - 00:10 WIB
Tak Terima Konvoi Disalip,...
Tak Terima Konvoi Disalip, 30 Sabhara Keroyok Pasutri
A A A
MEDAN - Sedikitnya 30 personel Bintara Sabhara Polda Sumut angkatan 2015 dilaporkan mengamuk dan mengeroyok sepasang suami istri (pasutri) di depan anak dan pembantunya saat melintas di Jalan KH Nasution, Kecamatan Medan Johor, Sabtu 25 Juni sekitar pukul 01.30 WIB.

Korban yang diketahui bernama R Harahap (29) didampingi istrinya WO (29) warga Labuhan Batu Utara (Labura) mengatakan, awal mula terjadinya peristiwa memalukan itu saat dia dan rombongan personel Polisi tersebut berjalan dari arah yang sama. Namun, karena laju kendaraan mobil truk dan pikap Polisi berjalan lebih lambat dari mobilnya akhirnya korban berusaha mendahuluinya.

“Kami datang dari arah yang sama, tetapi pas di Jalan Tritura, Simpang Marindal, aku berusaha memotong laju kendaraan mereka (Polisi) tetapi tidak diberikan kesempatan dan selalu dihalangi,” kata dia, Senin (27/6/2016).

Bahkan, sambung dia, saat mobil yang dikendarainya hendak memotong dari kiri, rombongan Polisi tersebut juga mengambil jalur dari kiri. Begitu juga dari arah kanan dan dari jalur tengah, personel Sabhara Polda Sumut itu berusaha menghalangi.

“Kalau aku ke kiri mereka (Polisi) ke kiri, kalau aku ke kanan mereka juga ke kanan begitu juga kalau aku mengambil jalur tengah mereka juga berada di tengah. Disaat aku berada dibelakang mereka (rombongan Polisi), para personel itu mengatakan ‘jangan kau potong’ sambil melemparkan botol air mineral kearah mobilku,” ujar dia menirukan suara para pelaku.

Karena itu, sambung dia, setibanya di lampu merah persimpangan Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor, korban yang akhirnya berhasil mendahului setelah menerobos lampu merah dan kembali menemui para personel Polisi tersebut.

“Aku terpaksa lakukan itu untuk mempertanyakan sikap para Polisi-Polisi itu. Kok begitu tingkah dan cara mereka memperlakukan masyarakat,” sebutnya.

Namun, kata dia, belum lagi dirinya turun dari mobilnya, para pelaku sudah melakukan pengeroyokan dan merusak mobilnya.

“Kalau aku sih tidak apa-apa dipukuli mereka, tetapi dua orang anakku yang masih berusia 3 tahun, dan delapan bulan apa jadinya. Apalagi ada juga anak pembantuku di dalam mobil itu yang masih duduk di kelas satu SMP,” sebut dia.

Sementara, tambah dia, di dalam mobilnya hanya dirinya sendiri laki-laki. “Didalam mobil itu hanya aku laki-laki, jilbab istriku sampai terlepas dari kepalanya.

Dia berteriak histeris dan tak sanggup melihat gerombolan Polisi itu berlagak seperti preman mengeroyok kami di dalam mobil,” terangnya.

Bahkan, beberapa dari sejumlah personil Bintara Sabhara itu juga ada yang memukul istrinya dari belakang.

“Mereka menyentuh istriku dari belakang selain memukuli aku dan merusak mobilku dihadapan anak-anakku yang masih kecil. Ini sungguh perbuatan keji dan sudah saya laporkan ke Propam dan Polresta Medan perihal penganiayaan ini,” ucap dia.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting menceritakan kisah yang berbeda.

Menurut mantan Kapolresta Binjai ini, dari hasil pemeriksaan sementara sedikitnya 15 personel yang diduga melakukan penganiayaan itu diperiksa Polisi.

“Ada 15 personel yang diperiksa, dari hasil pemeriksaan oleh bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), benar pada hari Sabtu 25 Juni telah terjadi perusakan mobil jenis Agya yang dilakukan Personel Dit Sabhara Polda Sumut di Jalan KH Nasution tepatnya di Simpang Jalan Karya Jaya,” kata dia.

Saat itu mobil dinas Polri jenis truk dan pikap sama-sama melintas, namun mobil Agya yang dikendarai korban digas saat berada di sampaing rombongan Polisi sambil mengacungkan jari tangannya ke arah personil Dit Sabhara yang sedang berhenti. Tidak lama kemudian, mobil yang dikendarai korban kembali berbalik arah dan kembali berhenti di samping mobil Dalmas Polisi.

“Setelah itu personel tersebut langsung mengerumuni mobil korban hingga terjadi adu mulut. Namun, saat itu pengemudi mobil Agya terus menggas-gas mobilnya yang menggunakan knalpot Racing. Karena itu, anggota Dit Sabhara langsung memukuli mobil korban. Tetapi tidak ada diantara para personil itu yang memukuli pengemudi dan penumpangnya,”ujarnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para personel tersebut. “Semua pelaku berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda),” jelasnya.
(sms)
Berita Terkait
Putri Gus Dur: Jadikan...
Putri Gus Dur: Jadikan Humor sebagai Barang Bukti Adalah Kegagalan
Ini Modus Oknum Perwira...
Ini Modus Oknum Perwira Polisi yang Ditangkap karena Gelapkan 83 Mobil
Periksa Pengunggah Guyonan...
Periksa Pengunggah Guyonan Gus Dur, Polisi Dikecam Gusdurian
Diduga Tangkap Warga...
Diduga Tangkap Warga Tanpa Bukti, Mapolsek Dringu Digeruduk Massa
Mobil Hasil Penggelapan...
Mobil Hasil Penggelapan Iptu HA Capai 115 Unit, Korban Dipersilakan Datang ke Polda Kepri
2 Oknum Polisi Aniaya...
2 Oknum Polisi Aniaya Warga, Kapolres Aceh Timur Minta Maaf ke Korban
Berita Terkini
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
28 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
2 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
3 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved