Disandera Abu Sayyaf, Pernikahan Edgar Ditunda

Sabtu, 25 Juni 2016 - 05:01 WIB
Disandera Abu Sayyaf,...
Disandera Abu Sayyaf, Pernikahan Edgar Ditunda
A A A
MANADO - Reidgar Frederik Lahiwu (26), anak buah kapal (ABK) tugboat Charles memutuskan untuk menunda acara pernikahannya.

Keputusan itu diambil karena pria yang disama Eidgar baru saja menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Ibu kandung Reidgar, Nancy Maluengseng mengungkapkan sebenarnya putranya hendak ke Manado sepulangnya dari Filipina untuk menikah. "Tapi karena ada masalah ini mungkin ditunda. Pacarnya orang Manado, tinggal di Bitung," ungkap Nancy di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/6/2016).

Kini, kata dia, keluarga menunggu kedatangan Edgar tiba di Manado. Menurut Nancy, penyanderaan yang dialami anaknya oleh Abu Sayyaf benar adanya.

"Ini bukan berita bohong. Ini pak, kami sudah kontak langsung dengan Edgar bahwa mereka disandra oleh pihak Abu Sayyaf melalui telepon anak buah kapal yang lain sempat menyembunyikan," kata Nancy. Jumat (24/6/2016).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Nancy, ada 13 orang yang disandera, enam di antaranya sudah dibebaskan. (Baca juga: Kemenhub Keluarkan Larangan Berlayar ke Filipina)

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi membenarkan adanya penyanderaan terhadap tujuh warga negara Indonesia (WNI) di Filipina.

Tujuh WNI yang menjadi korban penyanderaan adalah ABK kapal tugboat Charles dan kapal tongkang Robby di Laut Sulu, Filipina Selatan. Namun, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi belum memastikan apakah kelompok bersenjata itu masih jaringan Abu Sayyaf yang pernah menyandera WNI sebelumnya.

"Setelah berkomunikasi dengan sejumlah pihak di Indonesia dan Filipina pada tanggal 23 Juni 2016 sore kami dapat konfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan terhadap ABK WNI kapal Tug Boat Charles 001 dan kapal Tongkang Robby 152," ujar Retno melalui rilis resminya kepada wartawan, Jumat 24 Juni 2016. (Baca juga: Pemerintah Pastikan 7 WNI Disandera Kelompok Bersenjata di Filipina)

Menurutnya, penyanderaan terjadi di laut Sulu dalam dua tahap pada tanggal 20 Juni 2016, yaitu pertama sekitar pukul 11.30 waktu setempat, dan sekitar 12.45 waktu setempat oleh dua kelompok bersenjata yang berbeda.

Pada saat terjadi penyanderaan, kapal membawa 13 orang ABK WNI, tujuh disandera dan enam lainnya dibebaskan
(dam)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Banjir Tapanuli Utara...
Banjir Tapanuli Utara Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
17 menit yang lalu
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
1 jam yang lalu
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
6 jam yang lalu
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
8 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
8 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
16 jam yang lalu
Infografis
3 Kelebihan Abu Ubaidah...
3 Kelebihan Abu Ubaidah Membakar Semangat Rakyat Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved