Dilintasi Pemudik, RS Pelat Merah di Bekasi Wajib Buka
Jum'at, 24 Juni 2016 - 06:34 WIB
Dilintasi Pemudik, RS Pelat Merah di Bekasi Wajib Buka
A
A
A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan layanan kesehatan di wilayahnya tetap beroperasi selama Lebaran 2016. Layanan kesehatan yang beroperasi selama 24 jam itu di antaranya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
”Dua pusat layanan kesehatan itu harus tetap beroperasi selama Lebaran,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada Koran SINDO, Kamis, 23 Juni 2016. Menurut Rahmat, dua pusat layanan kesehatan itu tetap beroperasi selama Lebaran, baik rumah sakit maupun puskesmas dilarang untuk menolak pasien miskin.
Bahkan, pelayanan juga harus diberikan kepada pemudik yang mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Bekasi. Sementara untuk mengantisipasi pasien rujukan, dan pelayanan dokter dan perawat di rumah sakit harus 24 jam.
Rahmat menuturkan, salah satu puskesmas yang nantinya bakal buka selama 24 jam itu Puskesmas Bantar Gebang, Puskesmas Pondok Gede dan Puskesmas Karangkitri di Bekasi Timur. Pasalnya, tiga puskesmas ini merupakan lintasan yang dilalui pemudik menuju Pantai Utara (Pantura).
Sehingga, kata dia, bila terjadi kecelakaan atau butuh pelayanan kesehatan bisa langsung ditangani. Bahkan, jumlah petugas yang disiapkan akan disesuaikan dengan masing-masing Puskesmas. Namun, tetap ada koordinasi dengan Rumah Sakit swasta terdekat atau RSUD Kota Bekasi.
”IGD RSUD dan rawat inap buka selama 24 jam. Untuk rawat inap, dokter akan tetap bekerja seperti hari biasa, sedangkan di IGD ditempatkan dokter jaga secara bergantian,” ungkapnya. Untuk itu, pelayanan kesehatan di Kota Bekasi tetap berjalan seperti biasanya, hanya porsinya tidak seperti biasa.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Teti Manurung mengatakan, pihaknya juga menyiagakan petugas medis di pos pelayanan mudik di Jalan M Hasibuan atau depan Bekasi Cyber Park. Di pos itu tersebut terdapat dokter, perawat dan mobil ambulans sebagai antisipasi kebutuhan pertolongan medis.
”Posko tersebut sudah dioperasikan H-7 hingga H+7 lebaran, dan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” katanya. Menurutnya, petugas medis yang disediakan itu akan bekerja melayani kesehatan pemudik selama 24 jam secara bergantian hingga sepekan sehabis perayaan Lebaran.
”Dua pusat layanan kesehatan itu harus tetap beroperasi selama Lebaran,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada Koran SINDO, Kamis, 23 Juni 2016. Menurut Rahmat, dua pusat layanan kesehatan itu tetap beroperasi selama Lebaran, baik rumah sakit maupun puskesmas dilarang untuk menolak pasien miskin.
Bahkan, pelayanan juga harus diberikan kepada pemudik yang mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Bekasi. Sementara untuk mengantisipasi pasien rujukan, dan pelayanan dokter dan perawat di rumah sakit harus 24 jam.
Rahmat menuturkan, salah satu puskesmas yang nantinya bakal buka selama 24 jam itu Puskesmas Bantar Gebang, Puskesmas Pondok Gede dan Puskesmas Karangkitri di Bekasi Timur. Pasalnya, tiga puskesmas ini merupakan lintasan yang dilalui pemudik menuju Pantai Utara (Pantura).
Sehingga, kata dia, bila terjadi kecelakaan atau butuh pelayanan kesehatan bisa langsung ditangani. Bahkan, jumlah petugas yang disiapkan akan disesuaikan dengan masing-masing Puskesmas. Namun, tetap ada koordinasi dengan Rumah Sakit swasta terdekat atau RSUD Kota Bekasi.
”IGD RSUD dan rawat inap buka selama 24 jam. Untuk rawat inap, dokter akan tetap bekerja seperti hari biasa, sedangkan di IGD ditempatkan dokter jaga secara bergantian,” ungkapnya. Untuk itu, pelayanan kesehatan di Kota Bekasi tetap berjalan seperti biasanya, hanya porsinya tidak seperti biasa.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Teti Manurung mengatakan, pihaknya juga menyiagakan petugas medis di pos pelayanan mudik di Jalan M Hasibuan atau depan Bekasi Cyber Park. Di pos itu tersebut terdapat dokter, perawat dan mobil ambulans sebagai antisipasi kebutuhan pertolongan medis.
”Posko tersebut sudah dioperasikan H-7 hingga H+7 lebaran, dan bekerjasama dengan pihak kepolisian,” katanya. Menurutnya, petugas medis yang disediakan itu akan bekerja melayani kesehatan pemudik selama 24 jam secara bergantian hingga sepekan sehabis perayaan Lebaran.
(whb)