Wali Kota Solo Tetapkan Status Darurat Bencana

Senin, 20 Juni 2016 - 17:47 WIB
Wali Kota Solo Tetapkan...
Wali Kota Solo Tetapkan Status Darurat Bencana
A A A
SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menetapkan status darurat bencana menyusul meluapnya Sungai Bengawan Solo hingga mengakibatkan ribuan kepala keluarga mengungsi. Status darurat bencana berlangsung tiga hari mulai Senin (20/6/2016).

Penetapan status darurat bencana sehari setelah banjir merendam ribuan rumah yang tersebar di empat kecamatan, Minggu 19 Juni 2016 dini hari lalu.

Penetapan terkait pencairan dana tanggap bencana di pos tak terduga APBD Kota Solo senilai Rp2 miliar.

"Saat banjir, saya tidak bisa menetapkan darurat bencana karena posisi sebagai rakyat yang juga terkena banjir," tandas Rudy, sapaan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Senin (20/6) siang. Sehingga sehari kemudian, dirinya baru menetapkan status darurat bencana.

Melalui penetapan status darurat bencana, maka dana tanggap bencana dapat dicairkan. Selain itu, kerusakan infrastruktur akibat luapan air sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut dapat langsung diperbaiki.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah diinstruksikan untuk menginvetarisasi kerusakan infrastruktur, termasuk pemukiman penduduk yang rusak juga perlu didata. Pemkot Solo juga menyiapkan langkah jangka panjang dalam penanganan bencana.

Seperti perbaikan pintu air di Jurug yang mengakibatkan puluhan rumah di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres terendam banjir.

Serta memperbaiki tanggul yang sudah lapuk terkikis banjir, dan menambah pintu air di anak Sungai Bengawan Solo. Pemkot akan mengundang Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dalam membahas langkah strategis penanganan jangka panjang.

Salah satunya mengenai penambahan pompa air di pintu air di anak Sungai Bengawan Solo.

Rudy akan memberikan masukan kepada BBWSBS agar menggeser pintu air Demangan. Sehingga ke depan lebih dekat dengan hilir Sungai Bengawan Solo dan memudahkan proses pemompaan air dari kota.

Dirinya khawatir pintu air Demangan akan jebol jika tidak digeser. Sebab air yang dipompa keluar tidak langsung ke Bengawan Solo. Terlebih usia pintu air Demangan sudah ratusan tahun.

Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo Gatot Sutanto mengatakan, warga yang mengungsi kini telah kembali ke rumah setelah air surut mulai Minggu (19/6) malam.

Kini ketinggian air di anak sungai sudah dalam posisi normal. "Warga kembali beraktivitas untuk membersihkan material sisa banjir," terang Gatot Sutanto.
Pihaknya menerjunkan relawan untuk membantu membersihkan sisa banjir. Tercatat ada 4.716 Kepala Keluarga yang sempat mengungsi.
(nag)
Berita Terkait
Nahas! Balita Tewas...
Nahas! Balita Tewas Tertimbun Tebing Longsor saat Ikut Touring Lebaran
5 Kabupaten di Sulsel...
5 Kabupaten di Sulsel Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Total 8 Tewas
Banjir dan Longor Terjang...
Banjir dan Longor Terjang Pangandaran, 2 Warga Tewas Tertimbun
Dua Warga Sorong Tewas...
Dua Warga Sorong Tewas Tertimbun Tanah Longsor, Satu Rumah Rusak
Penampakan Banjir Bandang...
Penampakan Banjir Bandang dan Longsor Terjang 2 Kecamatan di Brebes
Update Korban Longsor...
Update Korban Longsor Bandung Barat, 7 Warga Masih Tertimbun
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
15 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Infografis
9 IAIN Berubah Jadi...
9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar 11 PTKN yang Beralih Status
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved