Banjir Landa Karanganyar, Ratusan Warga Mengungsi

Minggu, 19 Juni 2016 - 15:56 WIB
Banjir Landa Karanganyar,...
Banjir Landa Karanganyar, Ratusan Warga Mengungsi
A A A
KARANGANYAR - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karanganyar sejak Sabtu 18 Juni 2016 hingga dini hari menyebabkan banjir di empat kecamatan. Banjir disebabkan meluapnya sungai, dan saluran air warga yang mampet.

Berdasarkan pantauan di lokasi, banjir mulai terjadi di Daleman Ngringo, Kecamatan Jaten, pada Minggu dini hari. Puluhan rumah warga tergenang luapan air Sungai Bengawan Solo.

Ketinggian air di kawasan ini cukup bervariasi, mulai dari satu meter hingga dua meter. Sedikitnya, 130 warga yang tinggal di kampung itu harus menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

“Air mulai meluap sekitar pukul 21.30 Wib, namun benar-benar memasuki puncak pada Minggu dini hari, di mana ketinggiannya mencapai dua meter,” ucap salah seorang warga, Minggu (19/6/2015).

Selain melanda kawasan Jaten, banjir juga dirasakan oleh warga Papahan, Kecamatan Tasikmadu. Banjir tersebut disebabkan oleh Sungai Siwaluh yang merupakan anak sungai Bengawan Solo meluap.

Luapan air Sungai Siwaluh merendam puluhan rumah warga yang ada di desa tersebut. Air juga menyapu bersih barang-barang rumah tangga milik warga sekitar. Beberapa bangunan juga mengalami kerusakan yang cukup berarti akibat kejadian itu.

Salah seorang warga sekitar Dalno mengatakan, air sungai mulai meluap sekitar pukul 19.00 Wib. Semakin malam, kondisi air semakin parah dan membuat warga sekitar menyelamatkan diri.

“Sebelum kejadian ini, kami sudah minta normalisasi sungai kepada pemerintah. Namun belum ada respons yang baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho mengatakan, banjir menyebabkan 48 keluarga di Kebakramat, dan 16 Keluarga di Gondangrejo mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Seperti dengan wilayah lainnya, banyaknya air hujan yang turun tidak mampu mengalir dengan baik ke Sungai Bengawan Solo. Sehingga air tersbut meluap dan menggenangi rumah serta pekarangan milik warga.

Selain itu, air juga menggenangi puluhan hektare sawah dalam kondisi siap panen. Sampai Minggu sore, kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tersebut masih belum diketahui.
(san)
Berita Terkait
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Tiga Orang Dikabarkan...
Tiga Orang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir Bandang Sukabumi
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Sejumlah Rumah Warga...
Sejumlah Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir
Banjir Bandang Rendam...
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah pada Empat Kecamatan di Luwu
Banjir Bandang di Brasil...
Banjir Bandang di Brasil Tewaskan 39 Orang
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
6 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
6 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved