YLKI Minta Polisi Awasi Bea Cukai Terkait 10 Ribu HP Ilegal

Sabtu, 11 Juni 2016 - 19:31 WIB
YLKI Minta Polisi Awasi...
YLKI Minta Polisi Awasi Bea Cukai Terkait 10 Ribu HP Ilegal
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta agar polisi lebih mendomisasi penyelidikan dalam mengusut kasus penemuan dua mobil boks berisi ribuan smartphone.

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, barang elektronik yang keluar tanpa melewati Bea Cukai di Bandara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur itu, tentu berpotensi besar ada campur tangan oknum.‎

"Apa yang dilakukan polisi itu benar. Polisi harus mendominasi, meski menggandeng Bea Cukai. Ini demi penegakan hukum bersama untuk membongkar kasus ini. Barang impor intinya ada pajaknya," kata Tulus saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (11/6/2016).

Tulus menegaskan, kasus tersebut harus segera diungkap apakah barang ilegal atau sebaliknya. Menurut dia, banyak mafia elektronik yang menyebabkan kerugian negara karena menjual barang impor di Indonesia tanpa membayar pajak.

"Artinya harus ditindak pidananya karena ada dugaan penyelundupan," imbuhnya. Selain itu, dengan masuknya barang selundupan ke pasar, bukan hanya negara yang dirugikan.

Dalam tatanan ini, konsumen justru menjadi targetnya. Sebab, belum tahu pasti, apakah barang tersebut berkualitas dan bergaransi.‎"Sangat merugikan. Karena sudah merugikan konsumen dan negara," jelas Tulus.

Tulus mengungkapkan, dalam dunia elektronik, banyak juga mafia yang mengendalikan pasar. Meski punya aturan yang jelas, lanjut dia, namun pengawasan dan penindakannya lemah. "Mungkin ada mafianya. Apalagi tujuannya ke Roxy, jadi itu sangat logis," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, aparat Polda Metro Jaya menangkap tiga sopir dan dua mobil boks berisi ribuan smartphone, merek Iphone 6S, Iphone 5, Xiaomi Mi 4i, dan Xiaomi Redmi 2 Pro.(Baca: Brimob Polda Amankan 10 Ribu Handphone Ilegal)
(whb)
Berita Terkait
Upaya Penyelundupan...
Upaya Penyelundupan Sabu Senilai Rp30 Juta dari Balik Jeruji Rutan Kebonwaru Terbongkar
Petugas Lapas Luwuk...
Petugas Lapas Luwuk Gagalkan Penyelundupan Paket Sabu
Penyelundupan Benih...
Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp7,5 Miliar Digagalkan KKP
Terlalu! Ibu Ini Ajak...
Terlalu! Ibu Ini Ajak Bayinya Selundupkan Sabu ke Lapas Lubuklinggau
Polres Tanjab Barat...
Polres Tanjab Barat Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp3,9 Miliar
Ratusan Burung dan Kura-Kura...
Ratusan Burung dan Kura-Kura Asal Makassar Gagal Diselundupkan
Berita Terkini
Amnesty International...
Amnesty International Desak APH Tindak Tegas Pelaku Main Hakim Sendiri di Tabanan dan Morowali
58 menit yang lalu
Buat Jakarta Lebih Adem,...
Buat Jakarta Lebih Adem, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca saat Kemarau Panjang
1 jam yang lalu
Hadapi El Nino dan Kemarau,...
Hadapi El Nino dan Kemarau, Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat OMC-Pengisian Waduk
2 jam yang lalu
Kebakaran di Dekat Pasar...
Kebakaran di Dekat Pasar Kebayoran Lama, 185 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
UMKM Perkebunan Naik...
UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Buka Jalan Menuju Pasar Global
3 jam yang lalu
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
3 jam yang lalu
Infografis
Joko Widodo Minta Harga...
Joko Widodo Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp300 Ribu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved