Ini Kata Ahok Soal Pendukungnya Diamankan di Singapura
Senin, 06 Juni 2016 - 09:27 WIB
Ini Kata Ahok Soal Pendukungnya Diamankan di Singapura
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengimbau kepada orang yang ingin mendukung dirinya untuk memperhatikan aturan. Imbauan itu terkait dengan dua Teman Ahok, Amalia Ayuningtya (23), dan Richard Handris Saerang (23), yang sempat ditahan oleh Imigrasi Singapura.
"Yang mau dukung saya ya harus perhatikan aturan juga, jangan terlalu semangat sampai aturan itu dilanggar. Jadi stres sendiri akhirnya kan," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2016).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, sudah mendapatkan keterangan yang lengkap terkait penahanan pendukungnya itu. Ahok mengaku Singapura sudah tahu kegiatan berbau politik yang akan dilakukan relawan Teman Ahok.
"Singapura sudah tahu semua kegiatan ini, terakhir diubah kegiatannya. Tapi orang Singapura menganggap niat kamu sudah jelas mau mengumpulkan KTP, jual merchandise. Meski brosurnya sudah diganti tetap saja niatnya sudah ada enggak boleh itu," jelas Ahok.
Walaupun begitu, Ahok menghargai keputusan Singapura untuk melarang Teman Ahok mengumpulkan KTP Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendukungnya maju di PIlgub DKI Jakarta 2017. (Baca: Kampanye Selubung, Gerindra Malu dengan Ulah Teman Ahok)
"Kami memang harus hargai di Singapura kalau kita baca UU mengatur orang asing enggak boleh membuat kegiatan berbau politik, penggalangan masa enggak boleh. Itu saja. Itu sudah disebarkan kemana-mana," pungkasnya.
"Yang mau dukung saya ya harus perhatikan aturan juga, jangan terlalu semangat sampai aturan itu dilanggar. Jadi stres sendiri akhirnya kan," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2016).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, sudah mendapatkan keterangan yang lengkap terkait penahanan pendukungnya itu. Ahok mengaku Singapura sudah tahu kegiatan berbau politik yang akan dilakukan relawan Teman Ahok.
"Singapura sudah tahu semua kegiatan ini, terakhir diubah kegiatannya. Tapi orang Singapura menganggap niat kamu sudah jelas mau mengumpulkan KTP, jual merchandise. Meski brosurnya sudah diganti tetap saja niatnya sudah ada enggak boleh itu," jelas Ahok.
Walaupun begitu, Ahok menghargai keputusan Singapura untuk melarang Teman Ahok mengumpulkan KTP Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendukungnya maju di PIlgub DKI Jakarta 2017. (Baca: Kampanye Selubung, Gerindra Malu dengan Ulah Teman Ahok)
"Kami memang harus hargai di Singapura kalau kita baca UU mengatur orang asing enggak boleh membuat kegiatan berbau politik, penggalangan masa enggak boleh. Itu saja. Itu sudah disebarkan kemana-mana," pungkasnya.
(mhd)