Pukul Wajah Nasabah Bank dengan Pistol, Rampok Gondol Rp100 Juta
Rabu, 01 Juni 2016 - 18:53 WIB
Pukul Wajah Nasabah Bank dengan Pistol, Rampok Gondol Rp100 Juta
A
A
A
RANTAUPRAPAT - Rizal (35) warga Dusun Wonosari, Desa Lingga Tiga, Kecamatan Bilah Hulu, mengalami luka di bagian wajah akibat dipukul gagang pistol oleh perampok.
Peristiwa itu terjadi di areal perkebunan PT Siringo-ringo Jalan Aek Matio Rantauprapat.
Akibatnya, uang sebanyak Rp100 juta yang baru diambil dari BNI Jalan A Yani Rantauprapat, lewong dibawa kabur perampok yang berjumlah empat orang dengan mengenderai dua sepeda motor.
Rizal menceritakan, peristiwa perampokan itu berawal, ketika ia yang baru saja mengambil uang dari BNI Jalan A Yani Rantauprapat, diikuti empat perampok, Rabu (1/6/2016), pukul 9.30 WIB.
Namun, ia tidak menyangka, dirinya telah dibuntuti keempat pelaku sejak dari bank. Tiba-tiba saat melintas di jalan tanjakan di kawasan perkebunan sawit milik PT Sisirongo-ringo, ia kaget, karena dipaksa berhenti oleh pelaku di bawah todongan pistol yang diarahkan ke kepalanya.
Semula, korban ingin melawan. Namun salah seorang diantara pelaku yang mengancam dengan pistol itu, langsung memukulkan popor senjata ke wajah dan mulut korban.
Akibatnya, bibir dan kening korban pecah. "Uang yang saya simpan di dalam pakaian langsung dirampas pelaku," kata Rizal.
Menurutnya, setelah berhasil merampas uang yang disimpan di dadanya, keempat pelaku langsung kabur berboncengan dengan dua sepeda motor. Kasus ini kemudian diaporkan ke Polres Labuhanbatu.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie melalui Kasubag Humas AKP Viktor Sibarani mengatakan, korban sempat dipukul beberapa kali oleh salah seorang diantara pelaku dengan menggunakan gagang pistol.
"Makanya, dikening dan bulut korban terdapat luka dipukul pelaku dengan senjata pistol. Dua peluru jatuh saat senjata pistol itu dipukulkan ke wajah korban, karena dia melakukan perlawanan," kata Viktor.
Dia menyatakan, dari informasi keluarga korban, lelaki yang berbisnis pembelian sawit itu sudah terbiasa mengambil uang di bank tanpa pengawalan polisi.
Nahas korban menjadi korban perampokan saat itu. "Keempat pelaku perampokan masih dalam lidik polisi," pungkasnya.
Dia berharap jika mengambil uang dalam jumlah yang banyak agar meminta bantuan pengawalan dari anggota polisi. Hal itu menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.
Peristiwa itu terjadi di areal perkebunan PT Siringo-ringo Jalan Aek Matio Rantauprapat.
Akibatnya, uang sebanyak Rp100 juta yang baru diambil dari BNI Jalan A Yani Rantauprapat, lewong dibawa kabur perampok yang berjumlah empat orang dengan mengenderai dua sepeda motor.
Rizal menceritakan, peristiwa perampokan itu berawal, ketika ia yang baru saja mengambil uang dari BNI Jalan A Yani Rantauprapat, diikuti empat perampok, Rabu (1/6/2016), pukul 9.30 WIB.
Namun, ia tidak menyangka, dirinya telah dibuntuti keempat pelaku sejak dari bank. Tiba-tiba saat melintas di jalan tanjakan di kawasan perkebunan sawit milik PT Sisirongo-ringo, ia kaget, karena dipaksa berhenti oleh pelaku di bawah todongan pistol yang diarahkan ke kepalanya.
Semula, korban ingin melawan. Namun salah seorang diantara pelaku yang mengancam dengan pistol itu, langsung memukulkan popor senjata ke wajah dan mulut korban.
Akibatnya, bibir dan kening korban pecah. "Uang yang saya simpan di dalam pakaian langsung dirampas pelaku," kata Rizal.
Menurutnya, setelah berhasil merampas uang yang disimpan di dadanya, keempat pelaku langsung kabur berboncengan dengan dua sepeda motor. Kasus ini kemudian diaporkan ke Polres Labuhanbatu.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie melalui Kasubag Humas AKP Viktor Sibarani mengatakan, korban sempat dipukul beberapa kali oleh salah seorang diantara pelaku dengan menggunakan gagang pistol.
"Makanya, dikening dan bulut korban terdapat luka dipukul pelaku dengan senjata pistol. Dua peluru jatuh saat senjata pistol itu dipukulkan ke wajah korban, karena dia melakukan perlawanan," kata Viktor.
Dia menyatakan, dari informasi keluarga korban, lelaki yang berbisnis pembelian sawit itu sudah terbiasa mengambil uang di bank tanpa pengawalan polisi.
Nahas korban menjadi korban perampokan saat itu. "Keempat pelaku perampokan masih dalam lidik polisi," pungkasnya.
Dia berharap jika mengambil uang dalam jumlah yang banyak agar meminta bantuan pengawalan dari anggota polisi. Hal itu menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.
(nag)