Menangkan Gugatan di PTUN, Nelayan Muara Angke Diteror

Rabu, 01 Juni 2016 - 13:29 WIB
Menangkan Gugatan di...
Menangkan Gugatan di PTUN, Nelayan Muara Angke Diteror
A A A
JAKARTA - Usai memenangkan gugatan terhadap izin reklamasi, sejumlah nelayan di Jakarta Utara diteror orang tak dikenal. Beruntung aksi tersebut dipergoki warga sehingga tidak berujung pada penganiayaan.

Kuasa Hukum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Martin Hadiwinata membenarkan dugaan teror terhadap dua orang anggota KNTI setelah putusan PTUN yang menolak adanya proyek Reklamasi di Teluk Jakarta.

Ketua DPW KNTI Jakarta, Taher diserang orang tak dikenal dengan senjata tajam saat hendak pulang ke rumahnya di Muara Angke. "Ya betul pak Taher dianiaya di dekat rumahnya di Ar Rahmah itu," kata Martin saat dihubungi Sindonews, Rabu (1/6/2016).

Martin menjelaskan, peristiwa yang menimpa Taher terjadi dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di kawasan Muara Angke sekitar pukul 18.00 WIB, Senin 31 Mei 2016.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba muncul tiga orang dengan mengendarai sepeda motor memepet kendaraannya dan memaksa Taher berhenti. Salah satunya mengarahkan senjata tajam ke badan Taher.

"Untungnya cuma kena jaket saja. Setelah itu tiga orang ini kabur karena ketahuan warga setempat," tambahnya.
Selain Taher, Sekretaris KNTI Kuat Wibisono juga merasa diteror dengan adanya aksi pencurian yang terjadi di rumahnya. Ia pun menduga, peristiwa ini berkaitan dengan hasil putusan sidang yang mengabulkan gugatan para nelayan.

"Ada dugaan seperti itu karena peristiwa ini persis terjadi setelah kami selesai menjalani sidang. Mereka (Taher dan Kuat) sebagai penggugat," jelasnya.

Marthin dan jajaran KNTI berencana melaporkan peristiwa tersebut ke pihak yang berwajib hari ini. Dirinya melihat adanya kejanggalan dalam peristiwa yang terjadi secara berurutan itu.

"Ini kan aneh bisa terjadi dalam waktu bersamaan. Kami akan diskusikan dan segera melapor ke polisi hari ini," tutupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
4 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
4 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
5 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
11 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
12 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
13 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved