Bongkar Kebohongan Ahok, Rizal Ramli Temui Nelayan

Rabu, 04 Mei 2016 - 18:05 WIB
Bongkar Kebohongan Ahok,...
Bongkar Kebohongan Ahok, Rizal Ramli Temui Nelayan
A A A
JAKARTA - Untuk mengetahui kebenaran tidak adanya ikan di teluk Jakarta, Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta klarifikasi dari nelayan yang ada di Teluk Jakarta. Hasil pertemuan tersebut mengungkapkan, kalau Gubernur DKI Jakarta Basuli T Purnama (Ahok) ternyata telah berbohong soal reklamasi.

"‎Saya ingin penjelasan dan klarifikasi dari kalian (nelayan) bahwa di laut kita sudah tidak ada ikan. Jadi masih banyak ikan? Atau cuma terganggu alur lautnya dan ikannya masih ada?‎" tanyanya di Pusat Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Tak hanya itu, mantan Menko bidang Perekonomian ini juga mengklarifikasi pernyataan Ahok yang menyatakan bahwa sejatinya di Teluk Jakarta dan sekitarnya sudah tidak ada lagi nelayan asli. Pasalnya, belum lama ini Ahok mengungkapkan keraguannya terkait keaslian nelayan yang melakukan penyegelan di Pulau G, Teluk Jakarta.

‎"Ada yang mengatakan bahwa nelayan sekitar Jakarta sebetulnya sudah tidak ada? Betul enggak? Berapa total nelayan yang ada di kawasan utara Jakarta ini? Berapa keluarganya? Berapa total nelayan?," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, para nelayan yang mengikuti dialog interaktif tersebut menegaskan bahwa pernyataan orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut adalah bohong. Bahkan, mereka juga menunjukkan kartu identitas mereka yang menandakan keaslian mereka. (Baca: Reklamasi Teluk Jakarta, Ahok Dimanfaatkan Pihak Asing)

"Ahok Bohong. Ahok belom pernah ke Muara angke‎. Kalau dikatakan tidak ada ikan, kita masih ada. Jadi kalau dikatakan enggak ada ikan lagi ya enggak bener juga," tegas salah satu nelayan yang mengikuti dialog interaktif.

Dia menyebutkan, beberapa jenis ikan yang masih ditangkap nelayan Teluk Jakarta adalah ikan teri, ikan kembung, ikan tembang, rajungan, dan cumi. Sayangnya, mereka mengalami kendala lantaran kegiatan reklamasi mengandung racun bagi ikan-ikan tersebut.

"‎Disini kendalanya karena ada pembuatan pulau itu dia mengandung racun. Jadi ikan itu adanya rada tengah dan wilayah Karawang dan Banten. Saya nelayan tradisonal. Kalau ikan enggak ada itu bohong," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
25 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
Krisis Ukraina, Rusia...
Krisis Ukraina, Rusia Bongkar Siapa Saja yang Untung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved