alexametrics

Kisah Dukun Cilik asal Jombang

Meski Aset Melimpah, Ponari Kerap Pinjam Uang untuk Makan

loading...
Meski Aset Melimpah, Ponari Kerap Pinjam Uang untuk Makan
Meski Aset Melimpah, Ponari Kerap Pinjam Uang untuk Makan
A+ A-
JOMBANG - Ponari dukun cilik yang pernah menghebohkan masyarakat seantero negeri pada 2009 lalu kini telah memiliki aset yang melimpah di Jombang, Jawa Timur. Betapa tidak dia memiliki sawah seluas lebih dari 2 hektare jauh diatas ukuran sawah yang dimiliki oleh petani kebanyakan. Ponari juga memiliki tanah tegalan seluas hampir 1 hektare.

Namun meski demikian tak jarang keluarga Ponari meminjam uang tunai ke sanak familinya karena terhimpit oleh kebutuhan yang mendesak.

Mukaromah ibu Ponari mengakui meski sudah memiliki sawah dan tegalan yang luas terkadang dia juga mengalami kesulitan masalah keuangan. Namun semua masih bisa dia atasi dengan cara meminjam uang kepada sanak familinya, baru setelah panen tiba keluarga Ponari bisa membayar utangnya tersebut.

Ponari yang beranjak dewasa memilih tetap hidup sederhana di rumahnya di gang yang diberi nama Ponari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang.

Di rumahnya yang sudah tidak berdinding bambu lagi Ponari tinggal bersama ayah dan ibunya, Kosim dan Mukaromah. Bahkan kini Ponari juga memiliki seorang adik laki-laki yang baru berusia 1,5 tahun.

Di rumahnya ini Ponari juga masih sering kedatangan pasien namun sudah tidak seramai dulu lagi. Setiap hari kadang ada satu atau dua orang. Sehari-hari Ponari juga masih aktif sekolah di Madarasah Tsanawiyah Miftahul Ulum dia kini masih duduk di bangku kelas VII.

Sepulang dari sekolah inilah biasanya Ponari melayani paseinnya. Dia celupkan batu ajaib yang dulu dia temukan ke dalam air. Lalu airnya dibawa pasien.

Kepada para pasiennya Mukaromah ibunda Ponari tidak mematok tarif tertentu terserah pasien mau membayar berapa.

Kini meski jumlah pasien yang datang sudah tidak sebanyak dulu lagi namun secara ekonomi kehidupan ponari seharusnya sudah lebih dari cukup.

Itu sebabnya Mukaromah ibunda Ponari mengaku sangat bersyukur karena kehidupannya kini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan saat sebelum Ponari tenar dulu.

Menurut Wagisan tetangga Mukaromah kehidupan Ponari saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelum tenar dulu.

Namun Wagisan mengaku bangga karena meski sudah kaya namun gaya hidup Ponari dan keluarganya ternyata masih sangat sederhana.

Apalagi dengan kekayaan asetnya saat ini Ponari tidak menikmatinya sendiri tetapi juga diserahkan pengelolaannya kepada sanak familinya. Itu sebabnya keluarga Ponari kadang sampai mengalami kesulitan masalah keuangan.

Tak hanya Wagisan, Kepala Dusun Kedungsari Mukhlison juga menyatakan hal yang sama. Mukhlison membantah pemberitaan yang menyebut Ponari kini jatuh melarat. Menurut Mukhlison aset ponari sampai saat ini masih utuh seperti sawah lebih dari 2 hektare, tanah tegalan hampir 1 hektare dan rumah.

Mukhlison menduga pemberitaan tersebut mencuat diduga karena gaya hidup keluarga Ponari sendiri yang memang dermawan dan sangat sederhana.

Semisal aset-aset (sawah) yang dimiliki saat ini menurut Mukhlison tidak dinikmati sendiri tetapi juga dipinjamkan kepada sanak saudaranya yang membutuhkan.

Bahkan saat mendapat harta melimpah dan pasiennya membludak 2009 lalu, keluarga Ponari dengan sukarela menghibahkan uangnya hingga ratusan juta rupiah untuk masyarakat.

Diantaranya adalah untuk pembangunan masjid sebesar Rp260 juta, pembangunan musala di dekat rumahnya, pembangunan jalan menuju Gang Ponari dan pembangunan gapura makam.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak