Uji Coba Tanpa 3 in 1 Dinilai Kedok Menutupi Gagalnya ERP

Kamis, 28 April 2016 - 05:25 WIB
Uji Coba Tanpa 3 in...
Uji Coba Tanpa 3 in 1 Dinilai Kedok Menutupi Gagalnya ERP
A A A
JAKARTA - Penghapusan uji coba kawasan 3 in 1 dikeluhkan sejumlah masyarakat lantaran menambah kemacetan hingga berimbas ke jalan kolektor. Larangan roda dua yang akan diberlakukan ketika perpanjangan penghapusan kawasan 3 in 1 dinilai hanya mempertegas bila DKI gagal berlakukan Electronic Road Pricing (ERP).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, uji coba penghapusan kawasan 3 in 1 hanyalah pengalihan isu untuk menutupi kegagalan pemberlakuan ERP yang sudah diprioritaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2017 untuk mengurai kemacetan.

Sebab, kata pria yang akrab dipanggil Sani itu, alasan uji coba penghapusan kawasan 3 in 1 untuk menghilangkan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) hingga berujung ekploitasi anak tidak tepat. "Semenjak 3 in 1 dihapus kemacetan kian parah. Saya harap tunggu ERP saja baru dihapus. Bukan malah menutupinya lagi dengan larangan roda dua. Sama saja menegaskan ke warga kalau DKI gagal berlakukan ERP sesuai janji," kata Sani di Gedung DPRD DKI Jakarta Rabu 27 April 2016 kemarin.

Untuk mengurai kemacetan di Jakarta, menurut Sani, pemerintah tidak bisa melakukan kebijakan tanpa adanya fasilitas penunjang. Apalagi menghapus sistem pembatasan kendaraan tanpa ada penggantinya.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengatakan, saat ini masih terus melakukan evaluasi dalam rencana penghapusan kawasan 3 in 1. Beberapa opsi penyelesaian kemacetan masih terus dibahas, salah satunya untuk menerapkan 4 in 1 pada sore hari.

Terkait perluasan larangan roda dua, Sunardi menuturkan, masih menunggu operasional 600 unit bus Transjakarta serta penghapusan jalur lambat dan cepat di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin.

"Untuk bus, kami harap Mei sudah dioperasikan semua. Kami juga tengah berkordinasi dengan Dinas Bina marga agar segera dibongkar," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Kemenperin Pede Program...
Kemenperin Pede Program Diklat 3 in 1 Tekan Angka Pengangguran
3-in-1 Beauty Hacks...
3-in-1 Beauty Hacks dengan Face Mist
Koridor 1 hingga 3 Transjakarta...
Koridor 1 hingga 3 Transjakarta Bakal Dihapus, Dishub Ungkap Penyebabnya
Inovasi Terbaru dari...
Inovasi Terbaru dari ITB, 3 in 1 Face Protector
Menteri PKP Minta Tambahan...
Menteri PKP Minta Tambahan Anggaran Rp48 T Dukung Program 3 Juta Rumah di 2025
Kementerian PKP Targetkan...
Kementerian PKP Targetkan Kuota Rumah Subidi Tahun 2025 Naik Jadi 800.000 Unit
Berita Terkini
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
6 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
23 menit yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
33 menit yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
1 jam yang lalu
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
1 jam yang lalu
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved