Kemendikbud Bantu Atasi Persoalan Museum Radya Pustaka

Kamis, 21 April 2016 - 06:48 WIB
Kemendikbud Bantu Atasi...
Kemendikbud Bantu Atasi Persoalan Museum Radya Pustaka
A A A
SOLO - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan persoalan keuangan yang membelit Museum Radya Pustaka di Kota Solo. Kemendikbud rencananya mengucurkan anggaran Rp2 miliar untuk revitalisasi manajemen museum tertua di Indonesia tersebut.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hari Widianto mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban mengurus sekitar 400 museum yang ada di Indonesia.

"Radya Pustaka merupakan museum tua karena telah berdiri sejak tahun 1890 hingga sekarang," kata Hari Widianto di Museum Radya Pustaka, Rabu (20/4/2016).

Ketika Radya Pustaka kembali dirundung persoalan hingga mengakibatkan tutup selama tiga hari pada pekan lalu, pihaknya harus turun tangan guna melakukan upaya penyelamatan. Pihaknya bersyukur dan memberi apresiasi kepada Pemkot Solo telah mencairkan anggaran operasional agar museum dapat kembali beroperasi.

Kemendikbud memiliki tanggung jawab mengurusi museum agar kembali bergerak lagi. Anggaran akan kembali dikucurkan untuk revitalisasi manajemen di tahun 2016. Dengan demikian, ke depan museum dapat kuat dalam manajerial dan bisa menghadapi perkembangan.

Museum yang berdiri di era Raja Keraton Kasunanan Surakarta Pakoe Boewono IX ini diharapkan dapat lebih fleksibel.

"Dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yang mengamanatkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 66 Tahun 2015 tentang Permuseuman, pemerintah pusat dan daerah wajib menyelamatkan museum dalam keadaan genting, siapa pun pemiliknya," tandas Hari.

Mengenai revitalisasi manajemen museum, keberadaannya sudah diatur di antaranya harus ada kepala, petugas teknis, administrasi, hingga kurator.

Kepala Disbudpar Solo Solo Eny Tyasni Suzana mengatakan, pihaknya akan membentuk unit pelaksana teknis daerah (UPTD) untuk penanganan perawatan museum. Selain dari kalangan PNS, UPTD juga melibatkan para pengelola museum dan tenaga ahli.

"Untuk UPTD, pengelola museum tetap akan diseleksi terlebih dulu," terang Eny.
(zik)
Berita Terkait
Eksotiknya Situs Prasejarah...
Eksotiknya Situs Prasejarah Liang Panning, Surga Tersembunyi di Pelosok Maros
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Mengenal Tugu Leitje...
Mengenal Tugu Leitje di Pemalang yang Kini Dijadikan Cagar Budaya
Jembatan Cagar Budaya...
Jembatan Cagar Budaya di Kediri Kembali Dibuka
Jokowi Minta Jejak Peradaban...
Jokowi Minta Jejak Peradaban Dilestarikan
Pemprov DKI Tetapkan...
Pemprov DKI Tetapkan 14 Cagar Budaya, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
10 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
9 Manfaat Rebusan Daun...
9 Manfaat Rebusan Daun Beluntas, Bantu Kendalikan Kadar Gula Darah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved