Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Jakarta Kian Macet

Selasa, 12 April 2016 - 14:38 WIB
Uji Coba Penghapusan...
Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Jakarta Kian Macet
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menerapkan uji coba penghapusan kawasan 3 in 1 dari tanggal 11-13 April 2016 besok. Namun, diuji coba kedua, arus lalu lintas di sejumlah jalan protokol malah semakin padat.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, kemacetan bahkan sudah tampak sejak pukul 06.30 WIB dan kemacetan terjadi pada tiap harinya.‎ Meski jumlah personel kepolisian yang bertugas di lapangan selalu ditambah. Kemacetan sulit diurai akibat peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan sejak pagi hingga siang ini.

"Biasanya kemacetan selama uji coba penghapusan 3 in 1 bertahan sampai sekitar pukul 10.00 WIB. Ini kan berbarengan dengan orang berangkat kerja," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di sejumlah jalan protokol, seperti Jalan Gatot Soebroto dan Jalan ‎Jenderal Sudirman mulai padat sejak pagi hingga siang hari ini. Ribuan kendaraan memadati ruas jalan Ibu Kota.

Petugas Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya yang ditempatkan di sejumlah titik sejak dari Pancoran, Mampang, sampai SCBD terlihat sibuk mengurai kemacetan, begitu juga petugas di persimpangan Jembatan Semanggi. "Di perempatan Kuningan lalu lintas padat. Di Bundaran Senayan juga padat," kata Budiyanto lagi.

Salah seorang petugas Satgatur Ditlantas Polda Metro Jaya yang tengah bertugas di atas jembatan Semanggi mengaku, kemacetan selama uji bebas 3 in 1 ini semakin parah dibandingkan hari-hari sebelumnya. (Baca: Uji Coba Tanpa 3 in 1, Kemacetan Bertambah 24%)

Bahkan pada pukul 09.00-10.30 WIB, arus lalu lintas di jalanan protokol kerap mengalami stuck akibat meningkatnya volume kendaraan, seperti dari arah Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, kendaraan tampak berhenti di Dukuh Atas.

Uji coba penghapusan ‎3 in 1 ini, kata dia, bermula dari maraknya aksi joki yang kerap mengeksploitasi anak. Namun imbasnya, lonjakan jumlah kendaraan yang melintas di jalan protokol semakin tak terkontrol.

"Padahal ini seharusnya kan bisa diatasi oleh Dinas Sosial dan Satpol PP DKI. Dahulu selama diterapkan 3 in 1, polisi juga ikut bantu ngawasi. Kami juga selalu menghalau mobil yang akan menumpangi joki, dan jokinya kami usir. Kami tilang mereka. Tak ada ampun pokoknya," kata Budiyanto.
(mhd)
Berita Terkait
Kemenperin Pede Program...
Kemenperin Pede Program Diklat 3 in 1 Tekan Angka Pengangguran
3-in-1 Beauty Hacks...
3-in-1 Beauty Hacks dengan Face Mist
Koridor 1 hingga 3 Transjakarta...
Koridor 1 hingga 3 Transjakarta Bakal Dihapus, Dishub Ungkap Penyebabnya
Inovasi Terbaru dari...
Inovasi Terbaru dari ITB, 3 in 1 Face Protector
Kemenperin Kembangkan...
Kemenperin Kembangkan SDM Bidang Industri Melalui Diklat 3 in 1
Peluncuran Inovasi Rinso...
Peluncuran Inovasi Rinso Matic Kapsul 3-in-1
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
5 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
5 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved