Balon Gubernur DKI Ini Siapkan Program Rp1 Miliar untuk RW
Kamis, 07 April 2016 - 22:45 WIB
Balon Gubernur DKI Ini Siapkan Program Rp1 Miliar untuk RW
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah bakal calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta terus melakukan blusukan ke pelosok Ibu Kota untuk memperkenalkan diri dan program. Salah satunya, Muhammad Idrus balon Gubernur DKI Jakarta yang merupakan eks caleg dari PKS tersebut.
“Jakarta keren menawarkan cita-cita membangun Jakarta yang lebih berkarakter. Santun, tertib, bersih dan mendorong warga untuk berdaya,” kata Idrus dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Kamis (7/4/2016).
Idrus menuturkan, ketika melakukan blusukan kerap mendengarkan aspirasi warga yang berjuang untuk hidup di Jakarta. Sejumlah program pun telah dibuat seperti program Rp1 miliar untuk 1 RW.
“Warga Jakarta adalah warga yang berdaya. Sehingga membangun Jakarta tidak hanya dengan membuat kebijakan penataan yang top down. Masyarakat harus dilibatkan secara aktif untuk menata Jakarta agar menjadi Jakarta keren,” Lanjutnya.
Peneliti CEDES Mulyono menambahkan, saat ini Jakarta perlu tokoh-tokoh baru alternatif agar pemilu menjadi semakin menarik bagi masyarakat.“Tanpa adanya alternatif baru seakan-akan kualitas demokrasi hanya mampu mendorong kandidat yang sudah ada. Tanpa adanya darah baru maka demokrasi tak ubahnya hanya melanggengkan status quo,” lanjutnya
Alternatif kandidat di dalam pilkada menunjukkan kualitas demokrasi terutama dari sisi regenerasi calon-calon baru. Calon baru menunjukkan adanya perbaikan kualitas demokrasi setidaknya melihat dari sistem demokrasi yang mampu mendorong lahirnya pemimpin muda yang dapat menjadi kuda hitam di Jakarta.
“Jakarta keren menawarkan cita-cita membangun Jakarta yang lebih berkarakter. Santun, tertib, bersih dan mendorong warga untuk berdaya,” kata Idrus dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Kamis (7/4/2016).
Idrus menuturkan, ketika melakukan blusukan kerap mendengarkan aspirasi warga yang berjuang untuk hidup di Jakarta. Sejumlah program pun telah dibuat seperti program Rp1 miliar untuk 1 RW.
“Warga Jakarta adalah warga yang berdaya. Sehingga membangun Jakarta tidak hanya dengan membuat kebijakan penataan yang top down. Masyarakat harus dilibatkan secara aktif untuk menata Jakarta agar menjadi Jakarta keren,” Lanjutnya.
Peneliti CEDES Mulyono menambahkan, saat ini Jakarta perlu tokoh-tokoh baru alternatif agar pemilu menjadi semakin menarik bagi masyarakat.“Tanpa adanya alternatif baru seakan-akan kualitas demokrasi hanya mampu mendorong kandidat yang sudah ada. Tanpa adanya darah baru maka demokrasi tak ubahnya hanya melanggengkan status quo,” lanjutnya
Alternatif kandidat di dalam pilkada menunjukkan kualitas demokrasi terutama dari sisi regenerasi calon-calon baru. Calon baru menunjukkan adanya perbaikan kualitas demokrasi setidaknya melihat dari sistem demokrasi yang mampu mendorong lahirnya pemimpin muda yang dapat menjadi kuda hitam di Jakarta.
(whb)