Kisah Suwito Penjual Pentol yang Ikuti UN Meski Berusia Lanjut
Selasa, 05 April 2016 - 10:36 WIB
Kisah Suwito Penjual Pentol yang Ikuti UN Meski Berusia Lanjut
A
A
A
JOMBANG - Meski sudah berusia lanjut M Suwito (47) seorang penjual pentol (sejenis bakso) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur tetap penuh semangat belajar lewat program kejar paket C. Bahkan hari ini Suwito dan rekan-rekannya yang juga telah berusia lanjut mengikuti ujian nasional (UN).
Walau penghasilannya pas-pasan pria tersebut berharap bisa melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Aktivitas sehari-hari Mohamad Suwito (47) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Jombang Jawa Timur, berkeliling dari satu desa ke desa lain untuk menjajakan pentol buatannya.
Namun setiap hari di sela-sela waktunya berjualan dia rutin belajar di sanggar pendidikan Ya Latif di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang. Suwito mengaku sejak kecil sebenarnya dia ingin belajar sampai ke perguruan tinggi. Namun karena tidak punya biaya Suwito hanya mampu belajar sampai di tingkat SMP saja.
“Begitu mendengar ada kelompok belajar Paket C, saya bergegas mendaftarkan diri dan aktif masuk sekolah seminggu dua kali,” kata Suwito, Selasa (5/4/2016). Jika lulus dan mendapat ijazah nanti dia berharap akan bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Menurut Ketua Yayasan Sanggar Belajar Ya Latif Zaenuddin, di sanggarnya di Desa Bandung total ada 35 orang warga yang mengikuti ujian nasional. “Latar belakang mereka bermacam-macam ada buruh tani, kuli bangunan, perangkat desa hingga penjual pentol,“ kata Zaenuddin.
Meski latar belakang muridnya bermacam-macam namun pihak sangar mengaku tidak kesulitan dalam mendidik para siswanya yang keseluruhan sudah berumur tersebut. “Kisah semangat belajar penjual pentol asal Jombang ini hendaknya bisa menjadi motivasi bagi kita bahwa belajar tak terbatas oleh status maupun usia,“ tandas Zaenuddin.
Walau penghasilannya pas-pasan pria tersebut berharap bisa melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Aktivitas sehari-hari Mohamad Suwito (47) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Jombang Jawa Timur, berkeliling dari satu desa ke desa lain untuk menjajakan pentol buatannya.
Namun setiap hari di sela-sela waktunya berjualan dia rutin belajar di sanggar pendidikan Ya Latif di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang. Suwito mengaku sejak kecil sebenarnya dia ingin belajar sampai ke perguruan tinggi. Namun karena tidak punya biaya Suwito hanya mampu belajar sampai di tingkat SMP saja.
“Begitu mendengar ada kelompok belajar Paket C, saya bergegas mendaftarkan diri dan aktif masuk sekolah seminggu dua kali,” kata Suwito, Selasa (5/4/2016). Jika lulus dan mendapat ijazah nanti dia berharap akan bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Menurut Ketua Yayasan Sanggar Belajar Ya Latif Zaenuddin, di sanggarnya di Desa Bandung total ada 35 orang warga yang mengikuti ujian nasional. “Latar belakang mereka bermacam-macam ada buruh tani, kuli bangunan, perangkat desa hingga penjual pentol,“ kata Zaenuddin.
Meski latar belakang muridnya bermacam-macam namun pihak sangar mengaku tidak kesulitan dalam mendidik para siswanya yang keseluruhan sudah berumur tersebut. “Kisah semangat belajar penjual pentol asal Jombang ini hendaknya bisa menjadi motivasi bagi kita bahwa belajar tak terbatas oleh status maupun usia,“ tandas Zaenuddin.
(sms)