Ekonomi Kreatif Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Minggu, 03 April 2016 - 22:50 WIB
Ekonomi Kreatif Tulang Punggung Perekonomian Nasional
Ekonomi Kreatif Tulang Punggung Perekonomian Nasional
A A A
MALANG - Pemerintah terus menggenjot pengembangan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan pengembangan kota kreatif, yang menjadi ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk terus berkembang dan membangun jejaring antarkota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Ekonomi kreatif berbasis pada pengembangan ide dan gagasan kreatif. Di sini ekonomi bergerak dinamis, mengikuti proses dan inovasi yang terus terjadi. Kreativitas sebuah kota juga sangat diwarnai potensi lokal, keberagaman, dan adanya penghormatan terhadap perbedaan.

Pengembangan ekonomi kreatif berbasis pada potensi lokal masing-masing daerah. Besarnya kekuatan dan potensi ekonomi kreatif Indonesia tersebut mengemuka dalam konferensi Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2016 di Harris Hotel and Convention, Kota Malang.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Triawan Munaf menjelaskan, ekonomi kreatif harus terus dikembangkan secara berkelanjutan karena potensinya sangat besar menjadi tulang punggung ekonomi nasional. ”Ekonomi kreatif, berbasis pada inovasi, dan proses bersama. Tentunya dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dalam mengembangkannya, untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini memang ada tantangan untuk pengembangan ekonomi kreatif tersebut. Persaingan juga semakin ketat, baik tantangan dari dalam maupun luar negeri. Tetapi Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi melakukan penguatan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif sebagai bagian utama dalam membangun kota kreatif, menurut Triawan, harus dibangun dari bawah, bukan didikte dari atas. ”Potensi lokal sebagai identitas daerah dan berbasis pada masyarakat menjadi potensi keberhasilan dalam membangun kota kreatif yang berkelanjutan,” terangnya.

Upaya yang bisa dilakukan pemerintah yakni membuat strategi perluasan pasar, baik di dalam dan luar negeri. Termasuk memberikan fasilitas untuk proses kreatif, membangun jaringan kreatif dan rantai produksi, memberikan akses ke sumber modal, serta pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, pemerintah juga harus berperan memberikan perlindungan serta dukungan kepada pelaku usaha pemula. Mengingat usaha pemula ini paling rentan mengalami kegagalan. ”Perlindungan dan dukungan itu bisa dalam bentuk pembangunan sentra-sentra usaha untuk pemula dan menyiapkan kapasitas sumber dayanya agar tidak sampai mengalami kegagalan,” tandasnya.

Wali Kota Malang M Anton menuturkan, saat ini pihaknya terus menyediakan ruang publik sebagai ruang apresiasi dan berkreatif bagi seluruh lapisan masyarakat. Yang sudah dilakukan di antaranya penyediaan dan perbaikan taman-taman kota sehingga lebih representatif menjadi ruang kreatif bersama masyarakat.

Upaya membangun kota kreatif ini, menurutnya juga terus melibatkan anak-anak muda yang terus berinovasi dan bergerak dinamis. Salah satunya dengan memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan keahlian di dunia digital. ”Kami juga menggandeng perguruan tinggi dan komunitas kreatif dalam mengembangkan kota kreatif. Selain itu juga menggandeng dunia usaha melalui dana CSR-nya untuk pengembangan ruang publik,” tuturnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0967 seconds (10.101#12.26)