Gerindra Sebut Yusril Tokoh Potensial Lawan Ahok
Kamis, 31 Maret 2016 - 19:43 WIB
Gerindra Sebut Yusril Tokoh Potensial Lawan Ahok
A
A
A
JAKARTA - Tim Penjaringan Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra menilai Yusril Ihza Mahendra merupakan salah satu tokoh potensial dari non-kader yang dapat melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Gubernur DKI Partai Gerindra Syarif mengaku Yusril Ihza Mahendra merupakan tokoh potensial karena bisa dilihat dari hasil survei. Yusril memang memiliki presentase yang disebut dapat melawan Ahok.
"Kalau non-kader memang Yusril. Sementara kita punya dari internal Gerindra yaitu lima nama Mohamad Sanusi, Sandiaga Uno, Ahmad Muzani, Biem Benyamin, dan Mohamad Taufik. Sementara dua nama dari internal yaitu Saefullah dan Syafrie Syamsuddin," ungkap Syarif di Kantor Fraksi Gerindra DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2016).
Menurut Syarif, Yusril berserta nama-nama bakal calon lainnya akan kembali disaring. Selanjutnya pada 23 April 2016 mendatang akan dikerucutkan menjadi lima nama bakal calon gubernur DKI. Namun untuk sampai pada hasil kelima nama tersebut, Syarif mengaku pihaknya dalam hal ini Tim Penjaringan Bakal Calon Gubernur DKI Partai Gerindra akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.
Evaluasi bersama antara panitia penjaringan dan bakal calon tentang hasil-hasil pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan? bakal calon selama 2,5 bulan. Anggota DPRD DKI Jakarta itu menyebut ?evaluasi yang dilakukan meliputi bagaimana respon masyarakat yang bakal calon datangi apakah sudah mengenal atau tidak.
Kemudian aspirasi warga yang sudah dikerjakan oleh pemerintahan DKI yang sekarang maupun yang belum dikerjakan. Nanti dari sosialisasi mereka yang 2,5 bulan tersebut, mereka akan membuat konsep kebutuhan warga
Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Gubernur DKI Partai Gerindra Syarif mengaku Yusril Ihza Mahendra merupakan tokoh potensial karena bisa dilihat dari hasil survei. Yusril memang memiliki presentase yang disebut dapat melawan Ahok.
"Kalau non-kader memang Yusril. Sementara kita punya dari internal Gerindra yaitu lima nama Mohamad Sanusi, Sandiaga Uno, Ahmad Muzani, Biem Benyamin, dan Mohamad Taufik. Sementara dua nama dari internal yaitu Saefullah dan Syafrie Syamsuddin," ungkap Syarif di Kantor Fraksi Gerindra DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2016).
Menurut Syarif, Yusril berserta nama-nama bakal calon lainnya akan kembali disaring. Selanjutnya pada 23 April 2016 mendatang akan dikerucutkan menjadi lima nama bakal calon gubernur DKI. Namun untuk sampai pada hasil kelima nama tersebut, Syarif mengaku pihaknya dalam hal ini Tim Penjaringan Bakal Calon Gubernur DKI Partai Gerindra akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.
Evaluasi bersama antara panitia penjaringan dan bakal calon tentang hasil-hasil pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan? bakal calon selama 2,5 bulan. Anggota DPRD DKI Jakarta itu menyebut ?evaluasi yang dilakukan meliputi bagaimana respon masyarakat yang bakal calon datangi apakah sudah mengenal atau tidak.
Kemudian aspirasi warga yang sudah dikerjakan oleh pemerintahan DKI yang sekarang maupun yang belum dikerjakan. Nanti dari sosialisasi mereka yang 2,5 bulan tersebut, mereka akan membuat konsep kebutuhan warga
(whb)