Psikolog: Orangtua Zaman Sekarang Lebih Kejam ke Anaknya
Sabtu, 26 Maret 2016 - 10:20 WIB
Psikolog: Orangtua Zaman Sekarang Lebih Kejam ke Anaknya
A
A
A
JAKARTA - Psikolog dari Universitas Indonesia Sarlito Wirawan menilai, orangtua zaman sekarang lebih kejam terhadap anaknya sendiri. Apalagi karena kesibukannya mencari uang membuat keterkaitan emosi antara orangtua dan anaknya semakin tipis.
"Jadi sudah enggak ada emotional attachment lah bahasa teknisnya, jadi keterikatan emosional dengan anak sudah tipis sekali," kata Sarlito saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Sabtu (26/3/2016).
Menurutnya, keterdesakan akan kebutuhan ekonomi membuat pasutri tersebut tega melakukan hal serupa. Selain itu, ia merasa pelaku kurang diajari kasih sayang sejak kecil sehingga tidak terlatih untuk memberi rasa kasih sayang sehingga rasa cinta ke anak pun mungkin sudah pupus. (Baca: Paksa Anak di Bawah Umur Mengemis, Polisi Ringkus 2 Perempuan)
"Karena kondisi ekonomisnya juga, lalu karena tidak terlatih untuk memberi rasa kasih sayang, berbagi gitu. Jadi anaknya hanya dianggap anak tapi enggak ada rasa cinta orangtua ke anak enggak ada itu," tambahnya.
Sebagai Psikolog anak, Sarlito merasa bahwa orangtua zaman sekarang dinilai lebih kejam kepada anaknya sendiri. Sebagai contoh, ia kerap melihat anak kandungnya dipaksa untuk belajar hingga menangis tanpa dihibur terlebih dahulu.
Hal itu, sambung Sarlito, terjadi di berbagai kalangan. Baik itu kalangan menengah ke bawah yang kasar terhadap anaknya akan kebutuhan ekonomi maupun kalangan atas yang kerap mengejar uang untuk kepuasan pribadinya.
PILIHAN:
Mulai Rayu PDIP, Ahok Tak Konsisten Maju Lewat Jalur Independen
Diduga Peras Pengusaha Klinik, Oknum Polisi Ditangkap Anggota TNI
"Jadi sudah enggak ada emotional attachment lah bahasa teknisnya, jadi keterikatan emosional dengan anak sudah tipis sekali," kata Sarlito saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Sabtu (26/3/2016).
Menurutnya, keterdesakan akan kebutuhan ekonomi membuat pasutri tersebut tega melakukan hal serupa. Selain itu, ia merasa pelaku kurang diajari kasih sayang sejak kecil sehingga tidak terlatih untuk memberi rasa kasih sayang sehingga rasa cinta ke anak pun mungkin sudah pupus. (Baca: Paksa Anak di Bawah Umur Mengemis, Polisi Ringkus 2 Perempuan)
"Karena kondisi ekonomisnya juga, lalu karena tidak terlatih untuk memberi rasa kasih sayang, berbagi gitu. Jadi anaknya hanya dianggap anak tapi enggak ada rasa cinta orangtua ke anak enggak ada itu," tambahnya.
Sebagai Psikolog anak, Sarlito merasa bahwa orangtua zaman sekarang dinilai lebih kejam kepada anaknya sendiri. Sebagai contoh, ia kerap melihat anak kandungnya dipaksa untuk belajar hingga menangis tanpa dihibur terlebih dahulu.
Hal itu, sambung Sarlito, terjadi di berbagai kalangan. Baik itu kalangan menengah ke bawah yang kasar terhadap anaknya akan kebutuhan ekonomi maupun kalangan atas yang kerap mengejar uang untuk kepuasan pribadinya.
PILIHAN:
Mulai Rayu PDIP, Ahok Tak Konsisten Maju Lewat Jalur Independen
Diduga Peras Pengusaha Klinik, Oknum Polisi Ditangkap Anggota TNI
(ysw)