Lettu Wiradhy Tak Pernah Tunjukkan Identitas sebagai Tentara
Senin, 21 Maret 2016 - 17:28 WIB
Lettu Wiradhy Tak Pernah Tunjukkan Identitas sebagai Tentara
A
A
A
BEKASI - Letnan Satu (Lettu) CPN Wiradhy Tri Darwoko alias Dika tak pernah menunjukkan identitas sebagai tentara saat bergaul di rumah.
"Kalau pulang pakaian bebas, enggak pernah pakai pakaian tentara, dan memang anaknya cukup sederhana," kata Pringgono (57), ayah Lettu Wiradhy di rumahnya, Kompleks Sapta Taruna III Kementerian PU, Jalan Koperpu II, RT 3/34, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/3/2016).
Cita-cita menjadi seorang tentara AD menjadi keinginan Wiradhy sejak kecil. Apalagi, mendiang kakeknya merupakan seorang tentara yang pernah menjabat sebagai Komandan Rayon Militer di Tambun pada tahun 1970-an.
Pringgono mengaku, Lettu Wiradhy masih bujang. Bahkan, belum kepikiran untuk menikah sebelum pangkatnya naik menjadi Kapten. Rencananya, Dika menikah tiga tahun lagi, setelah menjadi Kapten. Apalagi, sudah ada calon yang pernah diperkenalkan kepada orangtuanya.
"Seorang perempuan sederhana, bukan dari kalangan militer," jelasnya.
Kesederhanaan menjadi bagian dari hidup anaknya yang baru naik pangkat pada Oktober 2015 silam. "Gajinya ditabung, sampai sekarang belum punya rumah dan belum menikah juga," tambahnya.
Lettu Wiradhy berdinas di Skuadron 12 Serbu, Bandar Lampung dan masih tinggal di mes.
Menurutnya, anaknya berangkat ke Poso, Sulawesi Tengah, karena mendapat tugas dari kesatuannya pada 15 Maret lalu. Dalam misinya itu, Lettu Wiradhy bertugas sebagai kopilot helikopter.
Tak disangka, belum sepekan bertugas, anak pasangan Pringgono dan Nung Nurhasanah (53) itu gugur bersama 12 penumpang lainnya karena helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 yang ditumpanginya mengalami kecelakaan setelah disambar petir.
"Kalau pulang pakaian bebas, enggak pernah pakai pakaian tentara, dan memang anaknya cukup sederhana," kata Pringgono (57), ayah Lettu Wiradhy di rumahnya, Kompleks Sapta Taruna III Kementerian PU, Jalan Koperpu II, RT 3/34, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/3/2016).
Cita-cita menjadi seorang tentara AD menjadi keinginan Wiradhy sejak kecil. Apalagi, mendiang kakeknya merupakan seorang tentara yang pernah menjabat sebagai Komandan Rayon Militer di Tambun pada tahun 1970-an.
Pringgono mengaku, Lettu Wiradhy masih bujang. Bahkan, belum kepikiran untuk menikah sebelum pangkatnya naik menjadi Kapten. Rencananya, Dika menikah tiga tahun lagi, setelah menjadi Kapten. Apalagi, sudah ada calon yang pernah diperkenalkan kepada orangtuanya.
"Seorang perempuan sederhana, bukan dari kalangan militer," jelasnya.
Kesederhanaan menjadi bagian dari hidup anaknya yang baru naik pangkat pada Oktober 2015 silam. "Gajinya ditabung, sampai sekarang belum punya rumah dan belum menikah juga," tambahnya.
Lettu Wiradhy berdinas di Skuadron 12 Serbu, Bandar Lampung dan masih tinggal di mes.
Menurutnya, anaknya berangkat ke Poso, Sulawesi Tengah, karena mendapat tugas dari kesatuannya pada 15 Maret lalu. Dalam misinya itu, Lettu Wiradhy bertugas sebagai kopilot helikopter.
Tak disangka, belum sepekan bertugas, anak pasangan Pringgono dan Nung Nurhasanah (53) itu gugur bersama 12 penumpang lainnya karena helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 yang ditumpanginya mengalami kecelakaan setelah disambar petir.
(zik)