Ridwan Kamil Sempat Tawari Taufik Cs Jadi Pengurus Taman
Senin, 21 Maret 2016 - 14:09 WIB
Ridwan Kamil Sempat Tawari Taufik Cs Jadi Pengurus Taman
A
A
A
BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan angkot yang dikemudikan Taufik Hidayat (orang yang mengaku ditampar Ridwan Kamil) adalah angkot ilegal. Tidak ada izin resmi bahwa mobil itu bisa dipakai untuk menjadi angkutan umum.
Ia mencontohkan mobil yang dikemudian Taufik. Pelat mobil yang digunakan berwarna hitam, bukan kuning. Itu jelas sebuah pelanggaran karena mobil tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Terkait terjadi insiden yang disebut Taufik sebagai penamparan, pria yang akrab disapa Emil itu mengaku sudah berkali-kali berbicara dengan Taufik dan rekan-rekannya sesama sopir angkot ilegal.
Ia ingin angkot ilegal itu tak lagi beroperasi untuk menegakkan aturan. "Ini sudah berkali-kali diingatkan dan mereka itu ngotot untuk melanggar hukum," kata Emil, Senin (21/3/2016).
Ia mengaku sudah menyampaikan hal itu secara baik-baik meski harus berkali-kali. Tapi Taufik dan kawan-kawan tidak menggubris peringatan dan permintaannya.
Emil menyatakan tidak hanya meminta mereka berhenti mengoperasikan angkot ilegal, ia juga datang dengan solusi. Ia memberikan beberapa tawaran agar mereka beralih profesi dengan bantuan dari Pemkot Bandung.
"Saya ngomong baik-baik, bahkan saya tawari pekerjaan yang bisa Pemkot Bandung lakukan. Contohnya saya tawarkan untuk mengurus taman kalau alasannya mereka butuh makan dan lain sebagainya. Jadi kita itu sudah sangat baik memberi opsi," jelasnya.
Alasan itu yang membuat Emil kembali mendatangi Taufik dan kawan-kawan saat mangkal di sekitaran Alun-alun Bandung. Ia pun mempertanyakan kenapa mereka masih ngotot menjalankan aksinya mengoperasikan angkot ilegal.
"Jadi ini bukan yang pertama. Sudah belasan kali saya lakukan saya ingatkan dengan sopan santun, memberikan solusi, ngasih opsi," ungkapnya.
"Tapi itulah yang kejadian, dia (Taufik) bagian dari mereka-mereka yang tidak mau nurut, datang lagi, datang lagi. Saya tahu orangnya itu-itu lagi, berulang-ulang, itu lagi, itu lagi," pungkasnya.
Ia mencontohkan mobil yang dikemudian Taufik. Pelat mobil yang digunakan berwarna hitam, bukan kuning. Itu jelas sebuah pelanggaran karena mobil tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Terkait terjadi insiden yang disebut Taufik sebagai penamparan, pria yang akrab disapa Emil itu mengaku sudah berkali-kali berbicara dengan Taufik dan rekan-rekannya sesama sopir angkot ilegal.
Ia ingin angkot ilegal itu tak lagi beroperasi untuk menegakkan aturan. "Ini sudah berkali-kali diingatkan dan mereka itu ngotot untuk melanggar hukum," kata Emil, Senin (21/3/2016).
Ia mengaku sudah menyampaikan hal itu secara baik-baik meski harus berkali-kali. Tapi Taufik dan kawan-kawan tidak menggubris peringatan dan permintaannya.
Emil menyatakan tidak hanya meminta mereka berhenti mengoperasikan angkot ilegal, ia juga datang dengan solusi. Ia memberikan beberapa tawaran agar mereka beralih profesi dengan bantuan dari Pemkot Bandung.
"Saya ngomong baik-baik, bahkan saya tawari pekerjaan yang bisa Pemkot Bandung lakukan. Contohnya saya tawarkan untuk mengurus taman kalau alasannya mereka butuh makan dan lain sebagainya. Jadi kita itu sudah sangat baik memberi opsi," jelasnya.
Alasan itu yang membuat Emil kembali mendatangi Taufik dan kawan-kawan saat mangkal di sekitaran Alun-alun Bandung. Ia pun mempertanyakan kenapa mereka masih ngotot menjalankan aksinya mengoperasikan angkot ilegal.
"Jadi ini bukan yang pertama. Sudah belasan kali saya lakukan saya ingatkan dengan sopan santun, memberikan solusi, ngasih opsi," ungkapnya.
"Tapi itulah yang kejadian, dia (Taufik) bagian dari mereka-mereka yang tidak mau nurut, datang lagi, datang lagi. Saya tahu orangnya itu-itu lagi, berulang-ulang, itu lagi, itu lagi," pungkasnya.
(nag)