BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik saat Equinox

Jum'at, 18 Maret 2016 - 17:53 WIB
BMKG Imbau Masyarakat...
BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik saat Equinox
A A A
BATAM - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Philip Mustamu meminta masyarakat luas jangan terlalu panik dengan fenomena equinox. Philip menjelaskan, bahwa equinox adalah saat matahari diposisikan tepat di atas garis khatulistiwa yang akan terjadi pada Senin (21/3/2016) mendatang.

“Jangan terpengaruh dengan isu yang mengatakan ini berbahaya, jalani kehidupan seperti biasa namun harus menjaga diri agar tidak dehidrasi,” ujarnya, Jumat (18/3/2016).

Dia mengatakan, bahwasannya hal ini adalah peristiwa yang selalu terjadi setiap tahunnya, dan terjadi pada tanggal yang sama.

Mengenai adanya isu bahwasannya suhu akan mencapai 40 derajat celcius, Philip juga menyatakan hal tersebut tidak benar.

“Memang pada saat itu akan terasa lebih panas dari biasanya, namun untuk Kepri maksimal hanya 34 derajat celcius,” ujarnya.

Hal ini menurutnya karena pada setiap equinox terjadi suhu mengalami kenaikan hanya 1 derajat dari biasanya.

Kenaikan ini terjadi pada siang dan malam hari dan berlaku pada beberapa hari sebelum dan sesudah hari tersebut.

“Biasanya Kepri maksimal 32 sampa 33 derajat celcius jadi kalau naik satu menjadi 34 derajat, kalau malam 28 derajat berarti naiknya menjadi 29 derajat celcius dan terjadi dua sampai tujuh hari sesudah maupun sebelum puncaknya yang terjadi pada 21 Maret,” ujarnya.

Kejadian ini menurutnya terjadi setahun dua kali, yang pertama pada 21 Maret dan akan terjadi lagi pada 23 September mendatang.

Hal ini dikarenakan pada 21 Maret mendatang matahari melintas tepat di garis khatulistiwa dari Selatan ke Utara. “Kalau 23 September nanti sebaliknya dari Utara ke Selatan,” ujarnya.

Philip kembali menegaskan, bahwasanya equinox ini bukanlah fenomena alam tetapi lintasan matahari rutin.

Untuk itu masyarakat diminta untuk tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa saja meski menganjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah dan banyak mengkonsumsi air.

“Sekali lagi jangan panik, ini memang sudah selalu terjadi setiap tahunnya, ya memang kalau bisa jangan sering di ruang terbuka dan kalau bisa juga minum air yang banyak karena memang ada kenaikan suhu panas sedikit karena ini,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Cuaca Buruk di Pelayaran...
Cuaca Buruk di Pelayaran Bajoe-Kolaka, Bus dan Truk Terbalik di KMP Raja Dilaut
Cuaca Buruk, Ratusan...
Cuaca Buruk, Ratusan Kapal Ikan Bersandar di Pelabuhan Nizam Zachman
Cuaca Buruk di Sulsel...
Cuaca Buruk di Sulsel Diprediksi Sampai Akhir Tahun 2021
Penundaan Penyeberangan...
Penundaan Penyeberangan Kapal Akibat Cuaca Buruk di Maluku Utara
BMKG Sebut Provinsi...
BMKG Sebut Provinsi Sulsel Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem
Cuaca Buruk, Nelayan...
Cuaca Buruk, Nelayan di Makassar Diimbau Tak Melaut
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
6 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
8 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved