Kisah Ondi Turiat, Penjual Kaset Bekas di Bandung

Jum'at, 11 Maret 2016 - 13:33 WIB
Kisah Ondi Turiat, Penjual...
Kisah Ondi Turiat, Penjual Kaset Bekas di Bandung
A A A
BANDUNG - Ondi Turiat tampak segar meski usianya sudah 74 tahun. Ia selalu sigap melayani konsumen yang datang ke lapak penjualan kaset bekasnya di Jalan Cihapit, Kota Bandung, Jawa Barat.

Ketika konsumen bertanya kaset band atau penyanyi lawas, dengan cekatan tangannya memilih apa yang diinginkan konsumen.

Ondi memulai bisnis penjualan kaset bekas sejak 1991. Selain menjual, ia juga membeli kaset-kaset bekas untuk dijual kembali. "Saya memulai bisnis ini setelah pensiun bekerja di PT KA (Kereta Api). Begitu pensiun, saya langsung buka usaha ini," kata Ondi membuka perbincangan.

Ide berbisnis jual-beli kaset bekas saat itu terlintas begitu saja dalam pikiran Ondi. Salah satu yang membuatnya mantap memilih profesi itu adalah karena kesukaannya pada musik.

Bisnis yang ditekuni Ondi pun tak berjalan mulus. Pasang-surut pembeli dialaminya sejak 1991 hingga kini. Tapi ia sempat mengalami masa jaya di era 1990-an. Saat itu, jual-beli kaset bekas benar-benar memberi pemasukan signifikan.

Di tengah pasang-surut bisnisnya, pria yang gemar memakai peci itu berusaha tetap hidup wajar. Ia bahkan rajin menabung dari hasil keuntungannya.

Bank tempat Ondi menabung berada tidak jauh dari lapaknya berjualan. Sehingga keinginan untuk menabung dirasa semakin mudah. "Dalam sehari, dulu bisa nabung Rp50-100 ribu dari hasil jualan," ungkapnya.

Berkat kerja keras dan tekad kuatnya menabung, Ondi bahkan bisa menunaikan cita-cita besarnya sekaligus kewajibannya sebagai umat muslim yaitu ibadah haji.

"Alhamdulillah saya bisa pergi haji tahun 1996," ucap pria dua anak dan lima cucu tersebut.

Soal bisnisnya, Ondi tidak lelah menjalaninya. Meski pendapatannya kini tak sebanyak dahulu, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. "Sekarang mah sudah tidak bisa nabung karena pembeli juga sudah tidak seperti dulu," cetusnya.

Adapun harga kaset bekas yang dijualnya bervariasi yaitu mulai dari Rp5.000-100.000 tergantung 'keantikan' kasetnya. "Sekarang dalam sehari rata-rata yang terjual lima sampai 15 kaset," tutur Ondi.

Era 'kegelapan' jual-beli kaset bekas, menurutnya, terjadi di awal tahun 2000-an. Sebab saat itu banyak orang beralih dari penggunaan kaset ke VCD.

"Tapi tiga-empat tahun belakangan mulai ramai lagi, orang-orang mulai pada beralih lagi ke kaset karena banyak yang merasa lebih enak mendengarkan musik dari kaset," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
Cerita Inspiratif Albis...
Cerita Inspiratif Albis Group Bertahan Hadapi Ketatnya Persaingan Industri Fashion
Peluang di Tengah Pandemi...
Peluang di Tengah Pandemi dan Rekrut Karyawan Terkena PHK
Kisah Inspiratif Polisi...
Kisah Inspiratif Polisi Bripka Rosudin Kosnadi Jualan Es Jagung, Sehari Raup Rp900.000
Inspiratif, Anggota...
Inspiratif, Anggota Babinsa Kodim Pekalongan Ini Sukses Ternak Kelinci Hias
Menginspirasi lewat...
Menginspirasi lewat Buku Bertumbuh Bermimpi
Green Nitrogen Luncurkan...
Green Nitrogen Luncurkan Dua Produk Unggulan Hadapi Covid-19
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved