Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Temanggung

Selasa, 08 Maret 2016 - 17:11 WIB
Densus 88 Tangkap Terduga...
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Temanggung
A A A
TEMANGGUNG - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap terduga teroris Tatak Lusiantoro (40), warga Beji, Kedu, Kabupaten Temanggung, Senin 7 Maret 2016 malam.

Pascapenangkapan dilakukan, penggeledahan di tiga lokasi kompleks SMP Islam Terpadu Istiqomah Dusun Greges, Desa Greges, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, dengan melibatkan 100 personel.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pada Senin, sekitar pukul 18.00 Wib, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap terduga buronan kasus terorisme Tatak.

Saat dilakukan penangkapan, terduga Tatak berada di kompleks SMP Islam Terpadu Istiqomah tempat istrinya mengajar.

Kemudian, sejak pagi petugas berdatangan menuju Dusun/Desa Greges, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Personel yang terjunkan selain Densus 88 Anti Teror Mabes Polri adalah Tim Jibom Brimob Polda Jateng dan Polres Temanggung.

Untuk menuju sampai di lokasi tersebut, dari jarak satu kilometer telah dilakukan penutupan. Warga masyarakat dilarang mendekati lokasi penggeledahan, bahkan sejumlah wartawan akan menuju lokasi penggeledahan harus jalan kaki.

Jalan kaki yang ditempuh kurang lebih satu kilometer melewati jalan setapak di pinggir areal persawahan.

Kepala Desa Greges Nasikhun mengatakan, sekitar pukul 09.00 Wib, petugas datang di kantornya menemui. Kedatangan tersebut untuk menjelaskan maksudnya untuk melakukan penggeledahan.

“Kami sempat kaget, ternyata penangkapan semalam (kemarin malam) enggak di sini. Petugas meminta kami untuk mengizinkan kepada tuan rumah (pemilik yayasan) akan dilakukan penggeledahan. Kami kemudian mengantarkan di sekolah tempat istrinya mengajar,” kata Nasikhun, saat ditemui sejumlah wartawan di Balai Desa Greges, Selasa (8/3/2016).

Menurut Nasikhun, Densus melakukan penggeledahan di SMP Islam Terpadu Istiqomah dan gudang. Namun demikian, pihaknya tidak mengetahui barang apa saja yang dibawa petugas.

“Setahu saya istrinya Tatak, Rofikah dulunya mengajar di TK. Tapi karena Bahasa Inggrisnya bagus, terus mengajar di SMP. Saya kurang mengenalinya Rofikah karena memakai cadar,” tuturnya.

Ditambahkan Nasikhun, sekolah tersebut dengan Ketua Yayasan Istiqomah Abdul Malik, yang dulunya dikenal sebagai juragan tembakau. Namun sekarang bergelut di bidang pendidikan dan tengah membangun gedung untuk SMA.

“Pengeledahan berakhir pukul 12.00 WIB, pas adzan duhur,” kata Nasikhun.

Sejumlah wartawan yang ingin konfirmasi terkait penggeledahan di SMP Islam Terpadu Istiqomah dan berupaya menemui Abdul Malik, namun yang bersangkutan tak berkenan.

Salah seorang anak yang keluar dari rumah Abdul Malik menyampaikan Abdul Malik tidak bisa diwawancarai karena kesibukan kerja. Demikian halnya saat mendatangi asrama putri yang di depannya terpasang papan tulisan Yayasan Istiqomah SMP Islam Terpadu Istiqomah, Greges Tembarak, Temanggung, tidak bersedia.

“Orangnya jarang bergaul. Tadi (kemarin) banyak polisi yang mendatangi gedung sebelah. Kami hanya di rumah saja,” kata Virna, yang rumahnya bersebelahan dengan SMP Islam Terpadu Istiqomah.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Namun demikian, yang bersangkutan tidak mengetahui peran buronan teroris tersebut.

“Kami membenarkan sejak tadi malam, Tim Densus 88 Mabes Polri turun di Temanggung. Penangkapan seseorang DPO teroris, untuk lebih rincinya, perannya apa, silakan tanya ke Mabes Polri,” kata Kapolres Temanggung.

Dijelaskan Kapolres, untuk pagi harinya ditindaklanjuti upaya paksa penggeledahan tempat-tempat diduga pernah ditempati yang bersangkutan. Penggeledahan dilakukan mulai pukul 08.00-12.00 WIB, di tiga lokasi.

“Lokasinya tidak berjauhan di Desa Greges, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Terkait barang bukti yang didapatkan langsung dibawa Densus 88. Untuk rinciannya silakan tanya Mabes Polri,” kata perwira berpangkat melati dua itu.

Sedangkan isteri terduga teroris, Rofikah, kata Kapolres, juga akan dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara bertahap dan ditindaklanjuti dengan pemilik tempat tersebu dan istrinya akan dimintai keterangan.
(san)
Berita Terkait
KAI Buka Suara Terkait...
KAI Buka Suara Terkait Penangkapan Satu Pegawai Terduga Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Densus 88 Sebut Penangkapan...
Densus 88 Sebut Penangkapan Terduga Teroris Tak Hanya di Sumut dan Sumsel
2 Kelompok Teroris yang...
2 Kelompok Teroris yang Pernah Membajak Pesawat
Aksi Terorisme Masih...
Aksi Terorisme Masih Mengancam, Waspadai Radikalisme di Dunia Maya
Soal Penangkapan 3 Terduga...
Soal Penangkapan 3 Terduga Teroris, Mahfud Sebut Pemerintah Tak Larang Berpendapat
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
36 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved