50 Kali Dibom Air, Kebakaran Dekat Bandara Pinang Kampai Belum Teratasi
Senin, 07 Maret 2016 - 00:39 WIB
50 Kali Dibom Air, Kebakaran Dekat Bandara Pinang Kampai Belum Teratasi
A
A
A
PEKANBARU - Tim pemadam dari pagi hingga petang terus berjibaku untuk menjinakkan kebakaran dekat Bandara Pinang Kampai, Dumai, Riau. Namun, hingga saat ini kebakaran belum teratasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Tengku Ismet mengatakan, sepanjang Minggu (6/3/2016) kemarin, sedikitnya 50 kali dilakukan pengeboman air dengan menggunakan heli.
"Hari ini kita lakukan water bombing sebanyak 50 kali. Namun hasilnya belum memuaskan," ucap Ismet, Minggu (6/3/2016).
Menurut dia, belum teratasinya kebakaran dekat bandara yang berlangsung sejak Sabtu kemarin, karena sulitnya air di sekitar lokasi. Ini membuat helikopter harus jauh mencari air.
"Selain itu, lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Jika sudah padam, tidak lama muncul (api) lagi. Ini memang karena sifat gambut, walau dari permukaan padam, tapi di dalam masih terbakar."
Pemadaman di sekitar bandara juga dilakukan dengan mengerahkan ratusan personel TNI, Polri, dan BPBD. Namun, pemadaman melalui jalur darat juga mengalami kesulitan.
"Jalur darat medannya juga sulit, selain air akses ke lokasi kebakaran juga sulit dilalui. Ini belum lagi kendala angin kencang yang mempercepat api mudah merembet dan membesar."
Dia melanjutkan, tim gabungan akan terus berupaya menjinakkan api. "Karena belum padam juga, kita lanjutkan besok (hari ini, red)," tandasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Tengku Ismet mengatakan, sepanjang Minggu (6/3/2016) kemarin, sedikitnya 50 kali dilakukan pengeboman air dengan menggunakan heli.
"Hari ini kita lakukan water bombing sebanyak 50 kali. Namun hasilnya belum memuaskan," ucap Ismet, Minggu (6/3/2016).
Menurut dia, belum teratasinya kebakaran dekat bandara yang berlangsung sejak Sabtu kemarin, karena sulitnya air di sekitar lokasi. Ini membuat helikopter harus jauh mencari air.
"Selain itu, lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Jika sudah padam, tidak lama muncul (api) lagi. Ini memang karena sifat gambut, walau dari permukaan padam, tapi di dalam masih terbakar."
Pemadaman di sekitar bandara juga dilakukan dengan mengerahkan ratusan personel TNI, Polri, dan BPBD. Namun, pemadaman melalui jalur darat juga mengalami kesulitan.
"Jalur darat medannya juga sulit, selain air akses ke lokasi kebakaran juga sulit dilalui. Ini belum lagi kendala angin kencang yang mempercepat api mudah merembet dan membesar."
Dia melanjutkan, tim gabungan akan terus berupaya menjinakkan api. "Karena belum padam juga, kita lanjutkan besok (hari ini, red)," tandasnya.
(zik)