Jalan Rusak di Bojongkulur Sudah Lima Tahun Tak Diperbaiki
Sabtu, 27 Februari 2016 - 04:34 WIB
Jalan Rusak di Bojongkulur Sudah Lima Tahun Tak Diperbaiki
A
A
A
BOGOR - Kerusakan Jalan Raya Nagrak-Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sepanjang 2 kilometer lebih yang berbatasan dengan Jatiasih, Bekasi ternyata sudah lebih dari lima tahun tak pernah diperhatikan oleh pemerintah.
"Padahal ini masih masuk wilayah Kabupaten Bogor dan warga melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sempat melakukan aksi dengan menanami pohon pisang di genangan air jalan rusak," ujar Nanang (45), warga Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang memiliki warung pecel ayam saat ditemui di lokasi jalan rusak, Jumat (26/2/2016).
Ia mengaku bingung, Bojongkulur yang masih berdekatan dengan Gunung Putri, jalannya rusak. "Bahkan, ini daerah dekat dengan rumah mantan Presiden SBY. Tapi tetap saja enggak diperhatikan, apa karena lokasinya berbatasan dengan Bekasi, jadi enggak perlu diperhatikan," tuturnya.
Berdasarkan pantauan, kerusakan parah sepanjang 2 kilometer terjadi mulai dari Kampung Cikeas Udik, Desa Nagrak, Ciangsana, dan Bojongkulur. Jalan rusak tersebut terlihat pertama kali tak jauh dari simpang Cikeas Udik-Transyogi yang sudah dibeton dengan panjang 1 kilometer.
![Jalan Rusak di Bojongkulur Sudah Lima Tahun Tak Diperbaiki]()
Setelah itu, terlihat air menggenang di jalan rusak yang sudah terlihat aspal, bahkan membentuk kubangan air seperti kolam ikan selebar 2x3 meter. Kondisi tersebut terlihat di Desa Nagrak menuju Desa Ciangsana dan Bojongkulur dengan panjang sekitar 400 meter.
Kemudian memasuki Desa Ciangsana tak jauh dari gapura Selamat Datang, terlihat kerusakan serupa genangan air bercampur lumpur sepanjang 200 meter dan di Desa Bojongkulur yang berbatasan dengan Bekasi kerusakan sepanjang 1,4 kilometer terlihat parah, meski sudah ditutupi batu kapur. Hal itu jelas membuat pengendara roda dua maupun empat tidak bisa melintasi dengan nyaman.
"Bahkan kalau malam kondisi kerusakan jalan tidak terlihat karena minim penerangan jalan umum. Sehingga tak jarang para pengendara sepeda motor yang jatuh karena terpeleset. Bahkan kalau pagi dan sore hari sering terjadi kemacetan, karena laju kendaraan saat melintasi jalan rusak parah hampir mayoritas menghindari genangan air dan khawatir kena bodi mobil rusak," ujar Andrianto (34), warga Desa Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut ia mengungkapkan warga di tiga desa di Kecamatan Gunung Putri ini sangat berharap, akses jalan alternatif yang menghubungkan Bogor dan Bekasi segera diperbaiki.
"Sampai kapan kita harus bersabar. Sejak saya tinggal di perumahan di Desa Bojongkulur, memang sudah lama banget jalan rusak ini dibiarkan. Lihat aja itu lubangnya dalem-dalem gitu udah enggak layak sama sekali ini jalan, padahal bukan di pedalaman," katanya, saat ditemui di lokasi, Jumat (26/2)
Ia menambahkan, kondisi jalan tersebut juga kerap menimbulkan sejumlah tempat usaha seperti bengkel dan rumah makan tutup.
Tak hanya itu, tak sedikit rumah-rumah yang baru dibangun ditinggalkan pemiliknya hingga memasang spanduk 'Dijual'.
"Ya, beginilah dampak dari jalan yang enggak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah, membuat para pemilik toko dan rumah yang baru dibeli dijual kembali,” ujarnya.
Warga berharap Pemkab Bogor segera melakukan perbaikan jalan, yang kondisinya cukup memprihatinkan dan menghambat pertumbuhan ekonomi di tiga desa ini.
"Semoga aja Bupati atau dinas terkait cepet benerin jalannya. Udah lama ini jalan kayak gini. Kita warga jadi terganggu juga aktivitas kalau jalannya begini."
Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti saat dikonfirmasi terkait keluhan warga yang merasa terganggu dengan kerusakan jalan, khususnya di Jalan Nagrak-Bojongkulur, mengaku sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan perawatan jalan rusak di Kabupaten Bogor.
"Jadi tahun ini ada sekitar 270 kegiatan perbaikan kerusakan jalan, salah satunya ruas jalan Nagrak-Bojongkulur. Kami harap warga bersabar, karena saat ini tahapannya sudah masuk dalam proses lelang," ujarnya.
"Padahal ini masih masuk wilayah Kabupaten Bogor dan warga melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sempat melakukan aksi dengan menanami pohon pisang di genangan air jalan rusak," ujar Nanang (45), warga Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang memiliki warung pecel ayam saat ditemui di lokasi jalan rusak, Jumat (26/2/2016).
Ia mengaku bingung, Bojongkulur yang masih berdekatan dengan Gunung Putri, jalannya rusak. "Bahkan, ini daerah dekat dengan rumah mantan Presiden SBY. Tapi tetap saja enggak diperhatikan, apa karena lokasinya berbatasan dengan Bekasi, jadi enggak perlu diperhatikan," tuturnya.
Berdasarkan pantauan, kerusakan parah sepanjang 2 kilometer terjadi mulai dari Kampung Cikeas Udik, Desa Nagrak, Ciangsana, dan Bojongkulur. Jalan rusak tersebut terlihat pertama kali tak jauh dari simpang Cikeas Udik-Transyogi yang sudah dibeton dengan panjang 1 kilometer.

Setelah itu, terlihat air menggenang di jalan rusak yang sudah terlihat aspal, bahkan membentuk kubangan air seperti kolam ikan selebar 2x3 meter. Kondisi tersebut terlihat di Desa Nagrak menuju Desa Ciangsana dan Bojongkulur dengan panjang sekitar 400 meter.
Kemudian memasuki Desa Ciangsana tak jauh dari gapura Selamat Datang, terlihat kerusakan serupa genangan air bercampur lumpur sepanjang 200 meter dan di Desa Bojongkulur yang berbatasan dengan Bekasi kerusakan sepanjang 1,4 kilometer terlihat parah, meski sudah ditutupi batu kapur. Hal itu jelas membuat pengendara roda dua maupun empat tidak bisa melintasi dengan nyaman.
"Bahkan kalau malam kondisi kerusakan jalan tidak terlihat karena minim penerangan jalan umum. Sehingga tak jarang para pengendara sepeda motor yang jatuh karena terpeleset. Bahkan kalau pagi dan sore hari sering terjadi kemacetan, karena laju kendaraan saat melintasi jalan rusak parah hampir mayoritas menghindari genangan air dan khawatir kena bodi mobil rusak," ujar Andrianto (34), warga Desa Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut ia mengungkapkan warga di tiga desa di Kecamatan Gunung Putri ini sangat berharap, akses jalan alternatif yang menghubungkan Bogor dan Bekasi segera diperbaiki.
"Sampai kapan kita harus bersabar. Sejak saya tinggal di perumahan di Desa Bojongkulur, memang sudah lama banget jalan rusak ini dibiarkan. Lihat aja itu lubangnya dalem-dalem gitu udah enggak layak sama sekali ini jalan, padahal bukan di pedalaman," katanya, saat ditemui di lokasi, Jumat (26/2)
Ia menambahkan, kondisi jalan tersebut juga kerap menimbulkan sejumlah tempat usaha seperti bengkel dan rumah makan tutup.
Tak hanya itu, tak sedikit rumah-rumah yang baru dibangun ditinggalkan pemiliknya hingga memasang spanduk 'Dijual'.
"Ya, beginilah dampak dari jalan yang enggak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah, membuat para pemilik toko dan rumah yang baru dibeli dijual kembali,” ujarnya.
Warga berharap Pemkab Bogor segera melakukan perbaikan jalan, yang kondisinya cukup memprihatinkan dan menghambat pertumbuhan ekonomi di tiga desa ini.
"Semoga aja Bupati atau dinas terkait cepet benerin jalannya. Udah lama ini jalan kayak gini. Kita warga jadi terganggu juga aktivitas kalau jalannya begini."
Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti saat dikonfirmasi terkait keluhan warga yang merasa terganggu dengan kerusakan jalan, khususnya di Jalan Nagrak-Bojongkulur, mengaku sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan perawatan jalan rusak di Kabupaten Bogor.
"Jadi tahun ini ada sekitar 270 kegiatan perbaikan kerusakan jalan, salah satunya ruas jalan Nagrak-Bojongkulur. Kami harap warga bersabar, karena saat ini tahapannya sudah masuk dalam proses lelang," ujarnya.
(zik)