Ridwan Kamil Minta Kota yang Tidak Ingin Didatangi untuk Jujur
Kamis, 25 Februari 2016 - 15:41 WIB
Ridwan Kamil Minta Kota yang Tidak Ingin Didatangi untuk Jujur
A
A
A
BANDUNG - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (Emil), meminta pemerintah daerah untuk jujur jika tidak ingin dikunjungi sebagai lokasi studi banding.
Jangan sampai insiden seperti penolakan oleh Kota Surabaya terhadap Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial, terjadi di daerah lain.
"Kalau memang ada kota-kota yang tidak mau didatangi, ya tinggal disampaikan secara terus terang," kata Emil di Balai Kota Bandung, Kamis (25/2/2016).
Dengan begitu, ia akan memilih daerah mana saja yang akan dijadikan lokasi studi banding. Jika pemerintah daerah yang bersangkutan ogah didatangi, maka ia tidak akan memaksa.
"Sehingga ketika kami ingin belajar ke tempat yang lebih baik tidak buang-buang energi untuk melakukan rencana perjalanan dinas. Kan begitu ya," tegasnya.
Disinggung apakah insiden yang ada akan dipertanyakan ke Pemkot Surabaya atau Kementerian Dalam Negeri, ia menegaskan tidak akan melakukannya. Tapi apa yang terjadi diharapkan jadi pembelajaran.
"Saya hanya ingin ini jadi perhatian, saling introspeksi agar tidak terulang lagi. Mudah-mudahan kami pun belajar dari masalah ini untuk manajemen internal lebih baik di Kota Bandung," pungkasnya.
Jangan sampai insiden seperti penolakan oleh Kota Surabaya terhadap Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial, terjadi di daerah lain.
"Kalau memang ada kota-kota yang tidak mau didatangi, ya tinggal disampaikan secara terus terang," kata Emil di Balai Kota Bandung, Kamis (25/2/2016).
Dengan begitu, ia akan memilih daerah mana saja yang akan dijadikan lokasi studi banding. Jika pemerintah daerah yang bersangkutan ogah didatangi, maka ia tidak akan memaksa.
"Sehingga ketika kami ingin belajar ke tempat yang lebih baik tidak buang-buang energi untuk melakukan rencana perjalanan dinas. Kan begitu ya," tegasnya.
Disinggung apakah insiden yang ada akan dipertanyakan ke Pemkot Surabaya atau Kementerian Dalam Negeri, ia menegaskan tidak akan melakukannya. Tapi apa yang terjadi diharapkan jadi pembelajaran.
"Saya hanya ingin ini jadi perhatian, saling introspeksi agar tidak terulang lagi. Mudah-mudahan kami pun belajar dari masalah ini untuk manajemen internal lebih baik di Kota Bandung," pungkasnya.
(nag)