HLKI: Perusahaan Susu Sebut Benda Mirip Kodok Adalah Jamur

Kamis, 25 Februari 2016 - 11:39 WIB
HLKI: Perusahaan Susu...
HLKI: Perusahaan Susu Sebut Benda Mirip Kodok Adalah Jamur
A A A
BANDUNG - Kasus temuan susu kemasan berisi benda diduga mirip kaki kodok terus bergulir. Kasus itu kini ditangani Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI).

Ketua Umum HLKI Jawa Barat Banten dan DKI, Firman Turmantara mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya untuk menuntaskan masalah tersebut. Salah satunya membuat surat permintaan klarifikasi yang dikirimkan pada pihak perusahaan susu yang dimaksud.

Surat yang dibuat HLKI pada 12 Februari 2016 itu ditujukan ke Presiden Direktur perusahaan. Tujuannya agar masalah tersebut diketahui pucuk pimpinan tertinggi perusahaan dan direspon.

"Saya berpikir ini harus dipimpin orang puncak di perusahaan dan ini tidak bisa dianggap enteng. Kita minta dikirim jawaban dalam waktu seminggu," kata Firman, Kamis (25/2/2016).

Pada hari terakhir batas waktu permintaan klarifikasi, pihak perusahaan baru membalas surat dan menyampaikan penjelasan. "Dalam surat jawabannya juga ada hasil penelitian di laboratorium (perusahaan) terhadap benda tersebut. Menurut hasil penelitian mereka, benda itu hanya jamur," jelas Firman.

Tapi menurutnya tidak ada penjelasan yang lebih komprehensif dari pihak perusahaan, termasuk penyebab kenapa benda itu ada di dalam kemasan dan apa hubungannya dengan anak Rini yang sakit usai minum susu.

Karena tidak puas dengan jawaban yang ada, HLKI berencana meneliti sisa potongan benda diduga mirip kodok tersebut. Hal itu untuk menunjang proses hukum yang akan ditangani Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

"Sebagian bukti yang ada di kita akan kita uji di laboratorium atau lembaga penelitian. Ini sebagai bahan pembanding dan penelitiannya akan dilakukan di tempat netral," jelas Firman.

Ia menambahkan, Rini membagi dua benda yang diduga mirip kaki kodok tersebut. Sebagian diserahkan ke pihak perusahaan setelah mengadukannya. Pihak perusahaan datang langsung ke rumah Rini tak lama setelah kejadian. Sementara sebagian lagi diserahkan ke HLKI.
(nag)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
4 menit yang lalu
Jarak ke RS Capai 200...
Jarak ke RS Capai 200 Km, Legislator Perindo Fendi Yulianto Sumbang Ambulans untuk Warga Pesisir Selatan
5 menit yang lalu
Pemkot Bogor Hapus Ratusan...
Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
17 menit yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Talaud...
Gempa M5,6 Guncang Talaud Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
24 menit yang lalu
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
1 jam yang lalu
Prosesi Injak Kepala...
Prosesi Injak Kepala Kerbau Dikaitkan dengan Banteng, Ini Jawaban Jokowi
2 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved