Ini Kronologi Tewasnya Pria di Hotel Usai Pesta Narkoba dengan Mahasiswi
Minggu, 21 Februari 2016 - 19:04 WIB
Ini Kronologi Tewasnya Pria di Hotel Usai Pesta Narkoba dengan Mahasiswi
A
A
A
BATAM - Barumun Siregar (45) ditemukan tewas di Kamar 320 Hotel Lovina Inn, Minggu (21/2/2016) pagi usai pesta narkoba bersama seorang mahasiswi bernama Yayuk Astuti. Korban sebelumnya diduga menenggak pil ekstasi secara berlebihan saat pesta miras dan narkoba.
Menurut Yayuk, awal pertemuannya dengan korban pada hari Sabtu malam 20 Februari sekitar pukul 21.00 WIB di BCS Mall.
Dia mengenal korban setelah dikenalkan temannya yang bernama Saramani. "Saya awalnya minta dijemput oleh Saramani, tetapi kata teman saya ini nanti ada yang menjemput," katanya.
Setelah menunggu beberapa saat, tiba-tiba korban menjemputnya dan korban mengajaknya ke salah satu tempat hiburan malam (THM) di daerah Nagoya.
Karena dia tak tau mau kemana lagi, maka dia ikut dengan korban dan pesta minuman keras (miras) serta mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.
"Di dalam KTV kami berenam, saya tak minum pil ekstasi, saya minum saja. Tetapi korban bersama teman-temannya ikut makan obat juga," ujarnya.
Sekitar pukul 05.00 WIB, dia bersama korban meninggalkan lokasi THM dan menuju Hotel Lovina Inn. Sebelum menuju hotel, korban mengambil uang di salah satu ATM di daerah Penuin. Tak lama mengambil uang, dia diajak korban masuk ke dalam hotel.
"Sampai dalam kamar hotel dia (korban) langsung buka baju, tapi mengeluhkan dadanya yang terasa sakit," katanya.
Pada pukul 06.45 WIB, ponsel miliknya berdering dan korban sempat terbangun karena mendengar suara telepon masuk lalu dia mengangkat telepon dari salah seorang temannya yang mengajak keluar hotel untuk membeli tiket pulang ke Palembang.
"Karena korban masih tidur, makanya saya bangunkan. Tetapi, korban sesak nafas dan tangannya gemetaran," ujarnya.
Merasa takut terjadi hal yang tak diinginkan, dia mengabari kejadian itu kepada room boy hotel, Amirudin (40). Tak lama room boy datang ke kamarnya, juga datang dua temannya Gunggum (33) dan Amelia (22).
Melihat korban tak bergerak lagi, Gunggum mendekatkan kupingnya ke hidung korban untuk memastikan nyawa korban.
"Karena korban sudah meninggal setelah diperiksa Gunggum, makanya kami minta pihak hotel untuk menelpon polisi," tandasnya.
Menurut Yayuk, awal pertemuannya dengan korban pada hari Sabtu malam 20 Februari sekitar pukul 21.00 WIB di BCS Mall.
Dia mengenal korban setelah dikenalkan temannya yang bernama Saramani. "Saya awalnya minta dijemput oleh Saramani, tetapi kata teman saya ini nanti ada yang menjemput," katanya.
Setelah menunggu beberapa saat, tiba-tiba korban menjemputnya dan korban mengajaknya ke salah satu tempat hiburan malam (THM) di daerah Nagoya.
Karena dia tak tau mau kemana lagi, maka dia ikut dengan korban dan pesta minuman keras (miras) serta mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.
"Di dalam KTV kami berenam, saya tak minum pil ekstasi, saya minum saja. Tetapi korban bersama teman-temannya ikut makan obat juga," ujarnya.
Sekitar pukul 05.00 WIB, dia bersama korban meninggalkan lokasi THM dan menuju Hotel Lovina Inn. Sebelum menuju hotel, korban mengambil uang di salah satu ATM di daerah Penuin. Tak lama mengambil uang, dia diajak korban masuk ke dalam hotel.
"Sampai dalam kamar hotel dia (korban) langsung buka baju, tapi mengeluhkan dadanya yang terasa sakit," katanya.
Pada pukul 06.45 WIB, ponsel miliknya berdering dan korban sempat terbangun karena mendengar suara telepon masuk lalu dia mengangkat telepon dari salah seorang temannya yang mengajak keluar hotel untuk membeli tiket pulang ke Palembang.
"Karena korban masih tidur, makanya saya bangunkan. Tetapi, korban sesak nafas dan tangannya gemetaran," ujarnya.
Merasa takut terjadi hal yang tak diinginkan, dia mengabari kejadian itu kepada room boy hotel, Amirudin (40). Tak lama room boy datang ke kamarnya, juga datang dua temannya Gunggum (33) dan Amelia (22).
Melihat korban tak bergerak lagi, Gunggum mendekatkan kupingnya ke hidung korban untuk memastikan nyawa korban.
"Karena korban sudah meninggal setelah diperiksa Gunggum, makanya kami minta pihak hotel untuk menelpon polisi," tandasnya.
(sms)