Kemenag Jombang Tak Berani Sebut Jari yang Mengaku Nabi Sesat

Kamis, 18 Februari 2016 - 10:46 WIB
Kemenag Jombang Tak...
Kemenag Jombang Tak Berani Sebut Jari yang Mengaku Nabi Sesat
A A A
JOMBANG - Kementrian Agama (Kemenang) Kabupaten Jombang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai mengumpulkan bahan untuk menangani warga bernama Jari yang mengaku sebagai Nabi Isa.

Bahan-bahan yang dikumpulkan Kemenag di antaranya adalah surat dari Jari yang telah dikirimkan kepada para ulama.

Dimana isi surat tersebut adalah pemberitahuan dan permintaan restu atau dukungan perihal penunjukan dirinya sebagai Nabi Isa oleh tuhan. Pada surat tersebut juga tertera tanda tangan jari sebagai rosul tanda akhir zaman.

Selain itu, Kemenag juga membawa bukti yang isinya silsilah Jari yang mengklaim sebagai keturunan Sunan Giri hingga Sayiddina Ali atau menantu Nabi Muhammad SAW.

Dalam melakukan penyelidikan, Kemenag juga mengungkapkan ada kalimat syahadat yang diajarkan jari Pada pengikutnya berbeda dengan syahadat umat Islam pada umumnya.

Namun meski begitu Kemenag Jombang belum berani memutuskan atau memvonis Jari sesat karena masih harus menunggu fatwa dari MUI.

"Hari Jumat mendatang, Kemenag berencana akan membahas dan mengkaji masalah ini bersama para ulama dan MUI Jombang," ujar Ilham Kasi Pengawasan Syariah Jombang.

Kemenag juga akan mempertimbangkan untuk memenuhi permintaan Jari dipertemukan dengan para ulama guna mengkaji dan menguji kebenaran klaim dirinya sebagai Nabi Isa.

Sementara Jari pria yang mengaku sebagai Nabi Isa terus bertahan dengan keyakinannya telah ditunjuk sebagai rasul oleh allah.

Jari juga menyatakan siap menanggung resiko apapun yang akan terjadi atas pengakuannya sebagai Nabi Isa ini. Sebab menurutnya, ia memang telah menerima wahyu dari tuhan pada tahun 2005 di daerah Brangkal, Mojokerto.

Ia yakin wahyu yang berisi penunjukkan dirinya sebagai Nabi Isa pertanda akhir zaman adalah benar sehingga ia berani berkirim surat dan meminta restu pada para kiai agar mendukungnya.

Jari meminta agar segera dipertemukan dengan para ulama untuk membuktikan kebenaran status kenabiannya tersebut.
(nag)
Berita Terkait
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Heboh Ada Aliran Almahdi...
Heboh Ada Aliran Almahdi di Lampung Utara, Anggota Wajib Setor Uang Bulanan
Korban Aliran Sesat...
Korban Aliran Sesat di Kenya Objek Perdagangan Organ?
Berita Terkini
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
1 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
1 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
2 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
3 jam yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
4 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved