YLKI: Tarif Parkir Lebih Mahal dari Tiket KRL, Kemenhub Jangan Diam

Jum'at, 12 Februari 2016 - 05:10 WIB
YLKI: Tarif Parkir Lebih...
YLKI: Tarif Parkir Lebih Mahal dari Tiket KRL, Kemenhub Jangan Diam
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turun tangan menindaklanjuti keluhaan masyarakat terkait naiknya tarif parkir di area stasiun.

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, Kemenhubun melalui Direktorat Jendral Perkeretapian untuk segera turun tangan menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap naiknya tiket parkir di sejumlah stasiun. Menurut Tulus, kenaikkan tarif parkir di sejumlah stasiun, sama aja melarang masyarakat untuk menggunakan transportasi secara massal.

Pasalnya, harga tarif tiket KRL sekarang ini jauh lebih murah dibandingkan tarif parkir.(Baca: Tarif Parkir di Stasiun Lebih Mahal dari Ongkos KRL Commuter). "Kalau beginikan bagaimana kita mendorong masyarakat gunakan transportasi umum. Karena tarif parkirnya mahal," kata Tulus, Kamis 11 Februari 2016 kemarin.

Tulus melihat kondisi perparkiran di stasiun sangatlah memprihatinkan, selain banyak fasilitas yang jauh dari kesan aman dan nyaman. Kualitas keamanan juga terkadang tidak diperhatikan, hal ini terbukti dengan banyaknya fasilitas stasiun yang belum dilengkapi oleh kanopi penghalang hujan dan panas, serta CCTV untuk pergerakan pemilik kendaraan.

Untuk itu, sebagai lembaga yang membidangi pengaduan dan keluhan konsumen. YLKI pun meminta kepada PT KAI untuk tidak mengkomersialisasikan tarif parkir di sejumlah stasiun. Terlebih, kenaikkan yang ada dirasa cukup memberatkan masyarakat.

"Fasos dan fasum tidak boleh dikomersilkan, termasuk parkir, seharusnya free. Sekarangkan harga tiket parkir menyundul tarif perjalanan KRL," ujarnya.

Tulus meminta Kemenhub untuk turun tangan mengatasi masalah ini, mengingat masalah ini berada di bawah Kemenhub sebagai instansi yang bertanggung jawab atas operasional PT KAI beserta anak perusahaannya.(Baca: PT KAI Lepas Tangan Soal Kenaikan Tarif Parkir di Stasiun)

"Bagaimanapun juga ini kebijakan yang salah. Kemenhub harus tanggung jawab," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Besok Malam, 70 Perjalanan...
Besok Malam, 70 Perjalanan KRL Commuter Line Dibatalkan
Perbedaan Kondisi KRL...
Perbedaan Kondisi KRL Dulu dan Sekarang
Pembatasan Layanan,...
Pembatasan Layanan, KRL Hanya Beroperasi Sampai Pukul 20.00 WIB
Mulai Besok PT KAI Tambah...
Mulai Besok PT KAI Tambah Perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek di Jam Sibuk
Jadwal KRL Commuter...
Jadwal KRL Commuter Line Bakal Terganggu Selama 4 Hari, KAI Ungkap Sebabnya
Hari Pertama Februari...
Hari Pertama Februari Pengguna KRL Bertambah 4% Dibanding Pekan Lalu
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
3 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
5 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
6 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
7 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
7 jam yang lalu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved